foto

Parikesit Suprapto. TEMPO/Dinul Mubarok

BUMN Berpeluang Jadi Perusahaan Kelas Dunia

TEMPO.CO, Jakarta - Badan usaha milik negara dinilai berpotensi menjadi perusahaan kelas dunia. Namun, ada beberapa tahapan yang harus dikerjakan secara simultan sebelum mencapai level tersebut. “Antara lain, transformasi budaya kerja, restrukturisasi perusahaan, pengembangan strategis, dan privatisasi," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN, Parikesit Suprapto, Kamis, 17 November 2011.

Pertama, pada tahap transformasi budaya kerja, perusahaan harus melakukan perbandingan kinerja dengan industri sejenis di tingkat global. Dengan itu, kata dia, diharapkan perusahaan bisa mengetahui persaingan yang dihadapi dan selanjutnya mendorong perbaikan budaya kerja yang diterapkan di perusahaan.

Perusahaan juga harus melakukan pengelolaan sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari proses perekrutan, pemberian training ataupun dalam kejelasan jenjang karier. "Perusahaan juga memerlukan manajemen yang profesional dan memiliki kapabilitas kelas dunia,” ujarnya. Untuk itu, kata Parikesit, juga harus memberikan remunerasi yang baik secara bertahap.

Kedua, adalah tahap restrukturisasi. Saat ini, Kementerian BUMN  sedang mendorong pembentukan super holding seperti Temasek (Singapura) dan Khazanah (Malaysia). Untuk menuju tahapan tersebut, saat ini dilakukan pembentukan induk perusahaan per sektor, seperti perkebunan, kehutanan, farmasi dan sektor lain.

"Pada 2025 kami targetkan hanya ada 25 BUMN, bisa melalui merger, akuisisi, ataupun holding,” kata Parikeset. BUMN kecil, kata dia, bisa diambil oleh perusahaan negara yang besar dan butuh anak usaha. “Kalau bisnisnya tidak cocok, maka ambil cangkangnya dan ganti bisnisnya.”

Ketiga, adalah tahap privatisasi. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat permodalan melalui penerbitan saham-saham baru. Tidak hanya permodalan, privatisasi juga akan mendorong transparansi pengelolaan perusahaan melalui sejumlah aturan pasar modal.

EVANA DEWI