Dana Bergulir Koperasi Diusulkan Jadi Rp 50 Miliar  

TEMPO.CO, Makassar - Pemerintah Makassar melalui Dinas Koperasi dan Usaha-Kecil-Menengah akan mengajukan usulan bantuan dana bergulir kepada pemerintah pusat sebesar Rp 50 miliar untuk sekitar 30 koperasi pada 2012. "Ini untuk penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah," kata Gani Sirman, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro-Kecil-Menengah Makassar kepada Tempo, Kamis, 17 November 2011 .




Tahun ini, bantuan bergulir yang diberikan kepada sekitar 20-an koperasi sebesar Rp 45 miliar. Menurut Gani, pemberian dana bergulir kepada koperasi lebih efektif ketimbang pemberian langsung ke unit usaha mikro, kecil dan menengah secara langsung. "Kalau koperasi mudah menyalurkan kredit karena mudah mengakses usaha mikro dan kecil," ujarnya.



Selain itu, Gani mengatakan, koperasi memiliki berbagai kelebihan jika dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya dalam menyalurkan kredit. Dia mencontohkan, penyaluran kredit kepada pedagang dengan masa pinjaman bervariasi serta fleksibel. "Bahkan ada pinjaman yang pembayarannya dilakukan secara harian kepada pedagang kecil."



Gani menyebutkan, di Makassar, ada 1.525 koperasi, 20 persen di antaranya merupakan koperasi wanita. Dari jumlah tersebut, sebanyak 120 koperasi dinyatakan tidak aktif karena tak menyampaikan hasil rapat anggota tahunan (RAT)-nya selama dua tahun terakhir. "Mungkin sebagian kecil koperasi tutup karena tak mampu menjalankan manajemen secara profesional," ujar dia.




Gani menyatakan pemerintah Sulawesi Selatan memberi pelatihan koperasi setiap tahun, rata-rata diikuti sekitar 30 koperasi secara bergiliran. "Syaratnya, koperasi tersebut aktif sejak tiga tahun lalu," ucapnya.



Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan Simon mengatakan kendala yang dialami koperasi dalam menjalankan manajemen adalah faktor sumber daya manusia (SDM) serta mental para anggota yang kurang baik. "Banyak orang mendirikan koperasi tapi tak tahu tujuan koperasi itu sendiri," ujar dia.



 



Simon menjelaskan, koperasi dibentuk oleh sekelompok orang untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dengan asas kekeluargaan. "Makanya mental anggota dan pengelola koperasi harus terus dibimbing agar profesional."



Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Multi Niaga adalah salah satu koperasi yang memperoleh bantuan dana bergulir sebesar Rp 25 miliar pada tahun ini. Kepala Keuangan KSP Multi Niaga, Ashari, mengatakan pengelolaan dana bergulir tersebut secara profesional. "Tetap mengacu kepada prinsip kehati-hatian dalam memberi kredit kepada unit usaha tertentu," katanya.



Ashari mengaku bantuan dana bergulir tersebut telah habis tersalurkan sejak Oktober lalu. "Permintaan pinjaman cukup tinggi, terutama sektor usaha kecil."



 



INDRA OY