Adnan Topan Husodo. TEMPO/Adri Irianto
Infografis
Foto Terkait
ICW: Tak Perlu Kocok Ulang Ketua KPK
TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Dewan Perwakilan Rakyat tak perlu Lagi mengocok ulang ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015. ICW mengimbau jabatan ketua KPK tetap dipercayakan kepada Busyro Muqoddas, sehingga DPR cukup berkonsentrasi pada pemilihan empat wakilnya.
Menurut Wakil Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, Busyro sudah memiliki pengalaman memimpin KPK selama setahun. Apalagi Mahkamah Konstitusi sudah memperpanjang masa jabatan Busyro hingga 2014.
"Kalau capim (calon pimpinan) KPK seharusnya DPR itu cukup memilih empat (pimpinan). Ketua sudah ditentukan kemarin, nggak perlu kocok ulang ketua KPK," kata Adnan usai diskusi di gedung DPD Jakarta, Jumat 18 November 2011.
Komisi Hukum DPR ingin ketua KPK periode 2011-2015 dipilih kembali. Komisi sudah mengirimkan nota ke Busyro mempertanyakan kesediaannya dicalonkan kembali sebagai ketua KPK. Jika bersedia, Busyro akan diikutkan dalam seleksi ketua KPK, setelah pemilihan empat pimpinan KPK yang baru.
Namun peluang Busyro terpilih kembali sebagai ketua KPK tampaknya menghadapi rintangan yang cukup besar. Sejumlah fraksi di Komisi Hukum menghendaki Busyro tak lagi memimpin Komisi Antikorupi.
Sebab Busyro dinilai terlalu sering melakukan manuver politik dan melontarkan pernyataan-pernyataan kontroversial yang bernada menyerang anggota Dewan.
Adnan mensinyalir upaya DPR menyingkirkan Busyro dari kemungkinan terpilih kembali sebagai ketua KPK lantaran mantan Ketua Komisi Yudisial itu merupakan sosok yang susah diatur.
"Jadi bukan soal secara yuridis dan secara regulasi. Tapi Pak Busyro enggak bisa diatur, enggak bisa diajak kerja sama, sehingga harus diganti," ujar Adnan. "Ini kan DPR suka-suka saja," tutur dia.
Sama halnya dengan Busyro, Adnan juga menduga kuat Bambang Widjojanto bakal sulit terpilih menjadi ketua KPK. Bahkan, jangankan menjadi ketua KPK, terpilih menjadi satu dari empat pimpinan saja belum tentu terjamin, meski ada dukungan terbuka dari sejumlah fraksi kepada Bambang. "Siapa yang ada jaminan Pak Bambang jadi ketua? DPR itu ada panggung depan dan panggung belakang," ujarnya.
DPR panggung depan, menurut Adnan, adalah anggota DPR yang suka menyampaikan pandangan-pandangan positif tentang sejumlah calon. Namun, pada saat bersamaan, ada anggota DPR lainnya yang bertugas "bergerilya" di belakang panggung yang sangat mungkin justru memperjuangkan calon-calon lain di luar nama-nama yang selama ini dikenal publik.
MAHARDIKA SATRIA HADI





