Sehat Bugar ala Atlet

Sehat Bugar ala Atlet

Pelari Indonesia Triyaningsih (kanan) terjatuh lemas usai mncapai finish pertama pada nomor lari 5000 meter di Stadion Atletik, Jakabaring, Palembang, Sumsel (14/11). Triyaningsih berhasil menyabet medali emas dengan catatan waktu 16.06.37 detik. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, - Profesi atlet bukanlah jaminan seseorang akan sehat setiap saat. Untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar, para atlet membarenginya dengan melakukan latihan fisik teratur dan menerima asupan gizi yang memadai. "Kebugaran atlet harus dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum pertandingan," kata dr. Michael Tringto, SpKO, dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran.

Latihan fisik atau latihan beban dilakukan beberapa bulan sebelumnya. Latihan teknik belum begitu banyak dilakukan, tapi porsi latihan fisik yang harus terus ditingkatkan. Menjelang pertandingan, porsi latihan fisik harus dikurangi. Sebaliknya porsi latihan teknik harus ditingkatkan. Dengan demikian fisik menjadi lebih kuat, sehingga tinggal mematangkan strategi untuk menghadapi lawan.

Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah saat atlet memasuki masa pertandingan, asupan makanan harus diperhatikan. Porsi makanan tidak boleh kurang dan sebaliknya tidak boleh berlebihan. Asupan makanan dapat mempengaruhi kebugaran atlet. "Asupan makanan harus disertai suplemen untuk menjaga kebugaran dan peningkatan daya otot yang akan sangat dibutuhkan atlet dalam menghadapi lawan."

Cairan tubuh juga tidak boleh berkurang. Sebab, jika kekurangan cairan, akan mudah sekali mengalami dehidrasi, terutama bagi atlet yang harus bertanding beberapa kali berturut-turut, seperti atlet atletik dan karate, yang biasa bertanding berturut-turut dengan jenis lomba berbeda-beda. "Disarankan jangan sampai kekurangan cairan. Karena cairan dapat menguatkan otot."

Namun, kata Michael, cairan yang masuk dalam tubuh tidak boleh air saja, tapi juga harus disertai dengan elektrolit, garam-garaman, dan gula yang cukup untuk menjaga keseimbangan persediaan energi saat bertanding. Atlet juga harus rutin minum susu sehari dua kali, yaitu pagi dan malam hari, disertai istirahat yang cukup.

Biasanya sarapan para atlet tidak berkadar gula tinggi, seperti pisang dan buah-buahan. Makan siang dan makan malam juga tidak boleh kurang dan berlebihan.

Setiap pagi atlet yang bersangkutan harus menimbang berat badan agar kekurangan atau kelebihan makanan diketahui. "Penimbangan ini juga dapat mengetahui apakah atlet itu dehidrasi atau tidak, sehingga bisa cepat tertangani dan mereka tetap bugar dan sehat bisa melalui pertandingan dengan baik," kata Michael.

| SRI SUGIARTI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X