Menteri Perindustrian MS Hidayat (3 kiri) saat akan melakukan sholat jenzah untuk istrinya, Ani Hidayat, di Masjid Al-Falah, Surabaya, (19/11). ANTARA/Saiful Bahri
Topik
Infografis
Istri MS Hidayat Meninggal Usai Tengok Rumah Tjokroaminoto
TEMPO.CO, Surabaya - Istri Menteri Perindustrian MS Hidayat, Nuraini Mahdiati Hidayat, 64 tahun, meninggal dunia setelah menengok bekas rumah pahlawan nasional Haji Oemar Said Tjokroaminoto di Jalan Peneleh VII No. 29 - 31 Surabaya.
Menurut Hidayat, setelah sama-sama menghadiri resepsi pernikahan penyanyi Astrid di Hotel JW Marriot Surabaya, Jumat kemarin, dia bertanya mengapa istrinya tidak segera balik ke Jakarta hari itu juga.
"Ibu ingin menengok bekas rumah kakeknya di Peneleh dulu sebelum balik ke Jakarta. Ya sudah, saya langsung ke KTT ASEAN di Nusa Dua," kata Hidayat seusai ikut mensalatkan istrinya di Masjid Al Falah di Jalan Raya Darmo, Sabtu siang ini, 19 November 2011.
Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Gubernur Saifullah Yusuf ,serta pengusaha Arifin Panigoro turut mengikuti salat jenazah tersebut. Hidayat yang mengenakan pakaian dinas biru tua terlihat sedih. Beberapa kali ia mengusap matanya yang sembap.
Menurut Hidayat, istrinya tidak menderita penyakit berat selain hanya kolesterol ringan. Ia, yang tengah berada di Nusa Dua, Bali, untuk mengikuti KTT ASEAN sempat tak percaya saat mendapat kabar bahwa Nuraini mengembuskan napas terakhir pada pukul 06.30 WIB atau 15 belas menit setelah Nuraini dipastikan meninggal dunia. "Saya langsung minta izin Presiden untuk terbang ke Surabaya. Saya tidak punya firasat apa-apa," kata Hidayat.
Kepala Bagian Rumah Tangga Kementerian Perindustrian, Rufinah, yang turut mendampingi Nuraini di hotel mengatakan almarhum tidur di kamar nomor 2103 bersama sepupunya yang bernama Wiwik. Di hotel berbintang lima itu rombongan keluarga MS Hidayat menyewa lima kamar.
Sabtu pagi sekitar pukul 05.30 Rufinah bertanya kepada Wiwik mengapa Bu Menteri belum ke luar kamar. "Menurut Wiwik, beliau masih berada di kamar mandi," kata Rufinah.
Namun karena tak kunjung ke luar, Rufinah berinisiatif mengecek kamar mandi. Ternyata ia mendapati Nuraini sudah terjatuh dengan posisi sujud. "Keningnya luka, dari hidung ke luar darah," ucapnya.
Pagi itu juga Nuraini segera dilarikan ke Rumah Sakit Siloam di kawasan Jalan Raya Gubeng. Namun sampai di rumah sakit nyawanya tak tertolong. Dari Siloam jenazah Nuraini kemudian dibawa ke Masjid Al Falah untuk dimandikan dan disalatkan.
Nuraini meninggalkan enam orang anak, 5 di antaanya perempuan, dan 11 cucu. Setelah disalatkan di Al Falah, jenazahnya langsung diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya.
KUKUH S WIBOWO





