foto

TEMPO/Prima Mulia

Pesawat Cessna Tak Ditemukan di Gunung Tampomas  

TEMPO.CO, BANDUNG -Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) pencari pesawat yang hilang dari kawasan hutan Gunung Tampomas, Sumedang, bergeser ke kawasan pegunungan Burangrang, Bandung Barat, Ahad 20 November 2011.

"Kami bergeser untuk perkuatan tim pencarian pesawat hilang di kawasan Burangrang," kata Rocky Asikin, pimpinan tim asal Gunung Tampomas itu, di Situ Lembang, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Ahad petang. "Karena dari informasi hasil penyisiran terakhir, sinyal kuat (dari objek diduga material pesawat) justru ada di daerah Burangrang."



Basarnas sudah menyisir 6 titik di kawasan Gunung Tampomas, namun mereka sudah sepakat pesawat tersebut tak ada kawasan itu. "Kami sepakati clear, pesawat hilang tidak ada di kawasan itu," kata dia.

Asikin menambahkan, tim Basarnas yang menyisir kawasan pegunungan Burangrang, belum berhasil menjangkau koordinat tempat sinyal mencurigakan memancar di hutan Gedogan. Namun penyisiran terpaksa dihentikan karena cuaca Burangrang jelek. "Sekarang pun nyatanya cuaca masih jelek," kata Kepala Kantor SAR Jakarta itu. "Mudah-mudahan sinyal itu benar berasal dari pesawat yang kami cari."

Pantauan Tempo, tim Rocky memasuki kawasan pos Situ Lembang Ahad petang sekitar pukul 16.15. Tim menumpang empat mobil Basarnas, termasuk sebuah mobil khusus rescue. Tim tersebut terdiri dari 25 orang.

Tim penyisir hutan Gedongan pertama Basarnas sejak sekitar pukul 07.00 pagi, hingga siang tadi masih menyisir lokasi objek yang pemancar sinyal mencurigakan di kawasan hutan Gedogan, di punggung bagian selatan Gunung Burangrang. Sinyal Emergency Locator Transmitter yang tertangkap perangkat lacak material penerbangan Direction Finder itu diduga berasal dari material pesawat Cessna PK-NIP milik Nusa Flying International School, Jakarta, yang menghilang sejak Rabu 15 November 2011.

Sejauh ini belum diterima kabar tentang perkembangan terbaru hasil pencarian tim pertama Basarnas di Gedogan. Pimpinan tim Perwira Seksi Operasi Brimob Jawa Barat Ajun Komisaris Eko Budiman mengatakan siang tadi timnya sempat menjangkau koordinat yang diduga lokasi sinyal seperti disampaikan tim Basarnas kepadanya. Penyisiran yang dilakukan secara terpisah dari Basarnas ini dilakukan hingga pukul 14.00 tadi.



"Namun hasil penyisiran tim kami siang tadi di koordinat yang terletak di bawah tebing sekitar Gedogan itu masih nihil. Penyisiran memang harus dilakukan berkali-kali,"ujarnya saat dihubungi Ahad petang.

Eko menyebutkan, besok timnya akan kembali berkoordinasi dengan Basarnas untuk menyisir kawasan koordinat sinyal tersebut. "Kami akan kembali mendaki besok pagi untuk melakukan penyisiran hingga ke kawasan Gunung Malang yang menurut masyarakat belum terjamah orang,"katanya.

Sementara itu, karena buruknya cuaca, dua tim tentara dari Kodim 0609 Kabupaten Bandung - Bandung Barat - Cimahi juga menghentikan sementara pencarian korban pesawat hilang di kawasan Gunung Sunda dan Gunung Wayang, Ahad siang, 20 November 2011.

"Hasil pencarian sementara masih nihil. Kami semua turun dulu karena cuaca buruk, jam 10.00 sudah hujan, hutan terasa gelap, medan sulit," ujar Komandan Rayon Militer Cisarua Kapten Rokhimin di pos Situ Lembang, Ahad siang.

Ia menyebutkan, kedua tim berangakat pagi tadi dari Situ Lembang sekitar pukul 06.00. Dibawah pimpinan Danramil Cicalengka, Kapten Ayat dengan kekuatan 10 personel, tim I menyisir hutan Gunung Wayang.

Sementara tim II, yang terdiri dari 13 personel dibawah pimpinan Komandan Distrik Militer 0609 Letnan Kolonel CZI Arnold A, menyisir hutan Gunung Sunda. Rokhimin sendiri bergabung di tim II. "Pencarian baru akan kami lanjutkan besok pagi," kata Rokhimin.



 



ERICK P. HARDI