Abraham Samad. TEMPO/Aditia Noviansyah
Infografis
Foto Terkait
Abraham Samad Percaya Diri Hadapi DPR
TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi orang pertama dari delapan kandidat yang diuji Komisi Hukum DPR dalam seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2011-2016 tidak membuat Abraham Samad ciut nyali.
Advokat yang menetap di Sulawesi Selatan ini menyatakan kesiapakan mengikut uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) hari ini. “Saya sudah jauh-jauh dari Makassar, Insya Allah siap,” katanya kepada Tempo, Senin, 21 November 2011.
Abraham yang mengaku dalam dalam perjalanan menuju gedung DPR menyatakan sejak awal optimistis untuk terpilih menjadi salah satu pimpinan KPK. Berkaitan dengan persiapan, dia mengaku tidak melakukan persiapan khusus dan hanya melakukan persiapan secara alami saja.”Saya lebih banyak ibadah dan menjaga kesehatan untuk dapat mengikuti seleksi ini,” ujarnya. Dia melanjutkan, dalam doa dia meminta kepada Tuhan agar diberikan perlindungan dan diberikan kesehatan sepanjang menjalani proses seleksi calon ketua KPK.
Di hadapan anggota Komisi Hukum DPR, Abraham akan memaparkan sejumlah visi dan misinya sebagai calon ketua KPK serta pandangannya mengenai korupsi di Indonesia. Akan tetapi, Samad masih enggan untuk memaparkan secara detil mengenai visi dan misi yang ia akan usung sebagai calon KPK. “Nanti saja, usai tes di DPR,” katanya.
Komisi Hukum selama delapan hari akan menyeleksi delapan calon pimpinan KPK. Test ini akan dilakukan di kantor Komisi III DPR RI sekitar pukul 10.00 WIB setiap harinya. Proses seleksi akan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, anggota Komisi Tiga akan melakukan pemilihan empat calon dari delapan calon ketua KPK yang menjalani fit and proper test. Empat nama yang terpilih ini nantinya akan mengikuti seleksi tahap kedua bersama pimpinan KPK saat ini, Busyro Muqqodas. Pada tahap kedua ini, Komisi Hukum akan memilih satu nama sebagai ketua.
Abraham Samad lahir di Makassar pada tanggal 27 November 1966. Abraham menempuh seluruh pendidikan hukumnya di Universitas Hassanudin, Makassar, dan memperoleh gelar doktor pada tahun 2010. Dalam profilnya di Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK tercatat dia telah berkarier sebagai advokat sejak tahun 1996.
FRANSISCO ROSARIANS





