TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Infografis
Foto Terkait
PDI Perjuangan Melunak Kepada Yunus Hussein
TEMPO.CO, Jakarta - Setelah sempat menolak memilih Yunus Hussein, Fraksi PDI Perjuangan mulai melunak dan mempertimbangkan memilih mantan ketua Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan dalam seleksi pimpinan KPK periode 2011-2015.
Anggota Komisi Hukum DPR dari PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan perubahan dukungan itu karena terbatasnya suara yang dimiliki partai untuk memenangkan pemilihan seorang diri.“Husein nampaknya dapat dukungan penuh dari Demokrat,” katanya kepada Tempo, Senin, 21 November 2011.
Eva menyatakan suara PDI Perjuangan sendiri hanya berjumlah sembilan suara, sedangkan untuk memenangkan pencalonan, minimal seorang calon harus mendapatkan sebanyak 25 suara. Hal ini menyebabkan partainya harus mempertimbangkan ulang sejumlah calon yang akan didukungnya. Kendati Eva sendiri menyatakan, PDI Perjuangan belum menentukan dukungan bulat pada satu calon.
Sebelumnya, PDI Perjuangan sempat menyatakan tidak akan mendukung Yunus Husein karena sebagai Kepala Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan tidak serius mengurus kasus-kasus korupsi, khususnya kasus pencairan dana Bank Century. Calon lain yang juga diragukan dan tidak didukung PDIP adalah mantan Penasehat KPK tahun 2005-2011, Abdullah Hehamahua, karena PDIP lebih mendukung calon-calon Ketua KPK yang baru.
PDIP masih akan menentukan dukungan juga antara dua orang, yaitu Bambang Widjojanto dan Abraham Samad. Kedua calon ini dinilai sebagai unggulan dari kalangan masyarakat dan memiliki rekam jejak antikorupsi yang baik. “Bambang memang sejak awal sudah populer,” katanya.
PDIP lebih memberikan dukungan pada calon yang berasal dari kalangan penyidik, yaitu kepolisian dan kejaksaan. Dukungan ini diberikan sebagai wujud keinginan PDIP agar KPK memiliki sistem yang baru, yaitu pencegahan terhadap korupsi. PDIP menilai, pendekatan KPK selama ini yang cenderung represif kurang efektif mengatasi permasalahan korupsi.
Berkaitan dengan masalah intregitas yang dipertanyakan pada calon jaksa dan polisi, Eva menyatakan, calon dari jaksa dan polisi memang memiliki rekam jejak yang buruk bila dilihat dari sudut pendekatan masalah korupsi melalui tindakan represif. Akan tetapi, menurut Eva, dari sudut pendekatan dengan tindakan preventif, seluruh calon Ketua KPK ini belum terlihat sehingga butuh pembuktian dalam fit and proper test saat ini.
FRANSISCO ROSARIANS





