foto

Sebelum Ditusuk, Raafi Lemparkan Puntung Rokok  

TEMPO.CO, Jakarta - Pembunuhan Raafi Aga Winasya Benjamin, 17 tahun, di Café Shy Rooftop, Kemang, Jakarta, beberapa waktu lalu tak cuma dipicu oleh insiden senggolan. Raafi, yang diduga mabuk, juga memanaskan keadaan dengan melemparkan puntung rokok saat adu mulut ke lawannya. Demikian menurut kesaksian sumber Tempo.

Malam itu, kata sumber Tempo di kepolisian, saat pukul satu dinihari, kala lantunan lagu-lagu hip-hop makin mengentak-entak, Raafi dan beberapa temannya turun ke dance floor yang berjarak lima meter dari meja kelompok Michael Joseph Luhukay dan teman-temannya. Malam itu Michael, yang juga anak bekas wakil direktur utama salah satu bank swasta nasional, hendak merayakan ulang tahunnya yang ke-24. Teman-teman Michael, seperti Connie, Helmy, Maratoga, dan Abel kala itu juga tengah berjoget.

Saat itulah terjadi senggolan di antara mereka. Menurut sejumlah saksi, Connie didorong oleh seseorang dari kelompok Raafi hingga jatuh. Sempat berjoget lagi setelah ditolong temannya, lagi-lagi perempuan itu didorong hingga jatuh. Setelah itu, terjadi keributan antara Raafi dan empat orang yang mempersoalkan insiden jatuhnya Connie. Mereka menuduh Raafi sebagai orang yang menjatuhkan Connie. Maka, adu mulut dan dorong-dorongan pun terjadi. Aksi itu sempat berhenti karena datang anggota satuan pengamanan yang melerai.(Lihat Maut di Atap Papilion)

Tapi keributan sejurus kemudian pecah lagi ketika satu dari empat orang tersebut menabrakkan diri ke Raafi dan teman-temannya. Situasi makin panas setelah Raafi melemparkan puntung rokok ke arah empat orang tersebut. Seorang teman Raafi mencoba menghentikan pertengkaran itu. Nahas, satu dari teman Raafi terkena sabetan benda tajam--diduga pisau lipat. Remaja ini langsung menjerit-jerit kesakitan.

Belum lagi rasa terkejut hilang dengan aksi sabetan itu, tiba-tiba mereka mendengar Raafi merintih-rintih. "Dia bilang, ''Tolong gua, tolong gua?''," ujar seorang saksi. Tubuh Raafi sudah bersimbah darah. Ususnya keluar (selengkapnya baca majalah Tempo edisi Senin, 21 November 2011).

Kepolisian Resor Jakarta Selatan dan tim Kepolisian Daerah Metro Jaya mengatakan belum juga menemukan titik terang pelaku penusukan Raafi. Empat puluh tujuh saksi sudah dimintai keterangan. Di antaranya 20 siswa Pangudi luhur, Michael dan teman-temannya, manajemen Shy Rooftop, petugas keamanan, serta beberapa pengujung. "Beberapa saksi masih tertutup," kata Kepala Polres Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto kepada Tempo pekan lalu.

Polisi juga sudah melakukan rekonstruksi peristiwa yang menimpa Raafi. "Ini untuk membantu agar kasus itu lebih terang," ujar Imam.

l ANTON APRIANTO | MUSTAFA SILALAHI | ANANDA BADUDU