foto

Mardiasmo. TEMPO/Zulkarnain

Waspada, Rekayasa Anggaran di Akhir Tahun  

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Mardiasmo mengatakan setiap akhir tahun anggaran, rawan penyalahgunaan serapan dana pemerintah. “Akhir tahun anggaran seperti sekarang ini rawan,” katanya usai diskusi di Kementerian Sosial, Senin, 21 November 2011.



 



Berdasarkan catatan terakhir BPKP, hingga September 2011, kata Mardiasmo, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terserap di seluruh kementerian masih sekitar 50 persen lebih. “Itu sampai September, sampai Nopember ini kami belum tahu, kami harapkan sudah lebih besar,” katanya. Karena itu, katanya, Inspektorat Jenderal dan badan pengawas pemerintah lainnya harus mengawasi realisasi anggaran di setiap instansi pemerintah.



 



Ia mengingatkan agar seluruh jajaran kementerian beserta Direktorat Jenderal tetap mengacu aturan realisasi anggaran yang sudah diatur. “Jangan sampai ada dana yang direalisasikan tanpa ada dasar dan pertanggungjawabannya hanya karena untuk memenuhi serapan anggaran,” katanya. Rendahnya serapan anggaran di setiap tahun itu menurutnya akibat perencanaan yang kurang matang.



 



Selama ini pos anggaran yang sering disalahgunakan adalah belanja modal dan perjalanan dinas. “Kebanyakan belanja modal dan perjalanan dinas yang dilakukan secara fiktif,” katanya. BPKP akan selalu melakukan pendampingan pada instansi pemerintahan dalam menjaga sinergi realisasi anggaran dengan program yang dijalankan. Tahun lalu masih ada laporan keuangan beberapa kementerian yang mendapat status Wajar dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).



 



Menteri Sosial Salim Assegaf al Jufri mengatakan Kementerian Sosial tahun ini menargetkan status hasil pemeriksaan laporan realisasi anggaran di kementerian setempat naik dari sebelumnya. “Kementerian Sosial terus memperbaiki sistem realisasi dan pertanggungjawabannya agar tahun ini mendapat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ujarnya dalam acara diskusi itu.

Salim mengatakan pihaknya saat ini tengah menyusun sistem kontrol program dan realisasi anggaran semua program kerja secara digital. “Tim IT (Information and Technology) kami tengah menyiapkannya secara online dan sudah pernah uji coba,” katanya. Nantinya, masyarakat akan bisa mengakses realisasi program dan anggaran melalui jaringan internet.

ISHOMUDDIN