foto

TEMPO/ Nita Dian

TV One Bantah Terlibat Rekayasa ''Charity''  

TEMPO Interaktif, Jakarta - General Manager Internal Affairs TV One, Toto Suryanto, membantah pihaknya terlibat rekayasa dalam penggalangan dana seperti yang dituduhkan Valencia Mieke Randa alias Silly.

"Yang pasti TV One tidak terlibat rekayasa dan kami tidak mungkin mengatur acara orang luar," kata dia seusai memenuhi panggilan Komisi Penyiaran Indonesia, Senin, 21 November 2011. Pihaknya sempat melakukan klarifikasi dan panitia menyatakan acara itu bukan rekayasa. Ini menjadi alasan kenapa TV One tetap melanjutkan penayangan charity dalam salah satu programnya.

Toto menyatakan pihaknya sudah menerapkan prosedur pemberitaan dengan benar. Ketika ada yang berkeberatan, pihaknya langsung memotong gambar yang secara khusus menyorot Silly dan foto Nando. "Kami sudah hilangkan gambar yang fokusnya ke beliau," kata Toto.

Gambar yang muncul pada tayangan Sabtu lalu adalah gambar dengan menampilkan banyak orang, tidak spesifik pada wajah seseorang. Program itu, menurut Toto, adalah tayangan tentang sekelompok orang yang melakukan kegiatan sosial. "Lagi pula gambar pada acara itu hanya tambahan."

Dia sudah memastikan tidak ada gambar Nando dalam tayangan. Acara itu, menurut Toto, tidak secara khusus menayangkan kegiatan penggalangan dana. TV One mengaku datang terlambat dan pulang lebih awal dalam acara pada 10 November itu. Selain TV One, ada juga media lain yang meliput acara. Menurut Toto, pihaknya datang berdasarkan undangan peliputan. "Kami hanya butuh gambar sekilas," ujar dia menjelaskan.

Pihaknya sudah melakukan evaluasi saat ada keberatan terkait materi berita. Dia mengaku sudah mengakomodasi permintaan Silly dengan memotong gambar yang secara khusus menyorot Nando dan Silly. "Tayangan umum yang menampilkan gambar dia hanya sekitar 3 detik," kata Toto.

Sebelumnya masalah ini mencuat dalam perbincangan di situs jejaring sosial Twitter lewat tulisan Valencia Mieke Randa, pemilik akun @justsilly di blog-nya yang berjudul Charity Settingan. Valencia mengaku diminta salah seorang penggagas acara, yaitu Fifie Buntaran, untuk datang ke acara amal di Hotel Sheraton pada Kamis pekan lalu.

Di dalam acara itu Valencia datang sesaat sebelum acara berakhir. Valencia yang biasa dipanggil Silly diminta menjelaskan kepada peserta mengenai seorang anak bernama Nando, penderita gagal ginjal yang segera butuh pertolongan. Respons peserta positif. Dilelanglah gaun-gaun seharga puluhan juta rupiah hingga Rp 100 juta di acara itu.

Namun, ketika acara selesai, tak ada uang bantuan untuk Nando. Fifie Buntaran menyatakan tidak adanya bantuan untuk Nando karena Silly datang terlambat. Dia mengaku mengalihkan bantuan kepada pihak lain. Namun Silly justru mendapat informasi bahwa acara itu sebuah rekayasa atau settingan belaka.

WAYAN AGUS PURNOMO