foto

Arsene Wenger. AP/Akira Suemori

Hati Wenger pun Mulai Senang  

TEMPO.CO, Jakarta - Arsene Wenger mulai memuji skuadnya setelah timnya berhasil mengalahkan Norwich City 2-1 dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Sabtu, 19 November 2011 lalu. Kemenangan tersebut menjadi yang kelima bagi The Gunners dalam lima pertandingan terakhir.

Hasil itu juga membuat The Gunners terus merangkak naik ke papan atas klasemen. Perolehan 22 poin pun setara dengan jumlah poin Chelsea yang berada di posisi empat klasemen, atau zona terakhir untuk tiket kualifikasi Liga Champions, target minimal Wenger musim ini.

Pelatih asal Prancis itu mengaku puas dengan performa skuadnya saat ini yang mulai kembali menggeliat setelah sempat terpuruk usai ditinggalkan Cesc Fabregas dan Samir Nasri.

“Saya sangat senang dengan pemain yang kami beli," kata Wenger. "Ada semangat yang fantastis dan sikap yang baik. Menyenangkan untuk bekerja dengan para pemain ini. Saya merasa kami telah kembali ke posisi yang lebih kuat dan tim ini berkembang dari pertandingan ke pertandingan.”

Soal kesalahan Per Mertesacker yang sempat membuat Norwich menyeimbangkan keadaan pada laga Sabtu itu, The Professor--julukan Wenger--memakluminya. Ia melihat ini masih musim pertama bek asal Jerman itu bermain di Liga Inggris.

“Ini permainan yang berbeda di Inggris. Ini adalah permainan yang sangat menuntut bagi bek karena kau selalu diuji. Setiap detik dari permainan kau diuji dengan komitmen penuh dan butuh waktu untuk beradaptasi,” kata pelatih yang telah menangani Arsenal selama 15 tahun itu.

Wenger pun mencontohkan salah satu pemainnya, Laurent Koscielny, yang mulai tampil bagus pada pertandingan melawan Norwich kemarin. Musim lalu memang menjadi tahun debutnya di Liga Ingrris, dan sempat mengecewakan Wenger. Bahkan kabar dirinya dijual pun santer terdengar. Tapi pelatih berusia 62 tahun itu yakin adaptasi membuatnya tampil lebih baik, itulah yang dibutuhkan Mertesacker.

“Tahun lalu dia tidak memberikan penampilan semacam itu karena kau belajar dari pertandingan ke pertandingan dan itulah mengapa begitu sulit membeli bek dari luar negeri,” kata mantan pelatih Nagoya Grampus itu.

DAILY MAIL | IRVAN SAPUTRA