foto

Marwan Effendy. TEMPO/ Wahyu Setiawan

Kejaksaan Agung Akui Lemahnya Pengawasan Jaksa  

TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung mengakui bahwa pengawasan terhadap jajarannya masih sangat lemah. Mereka berjanji untuk berbenah.

"Ke depan akan ditingkatkan lagi," kata Jaksa Agung Muda Pengawasan, Marwan Effendy, melalui telepon selulernya, Selasa, 22 November pagi.

Marwan berharap agar pengawasan bisa dilakukan lebih ketat sehingga perilaku jaksa akan lebih terpantau. "Memang belum bisa berjalan sesuai harapan," ujarnya. Salah satu buktinya, ia melanjutkan, hingga kini masih saja ada jaksa yang tertangkap dan diperiksa atas dugaan menerima suap.

Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap seorang pejabat Kejaksaan Negeri Cibinong bernama Sistoyo, Senin, 21 November. Ia tertangkap tangan di pelataran parkir kantornya menerima duit Rp 100 juta dari pengusaha yang terbelit kasus pidana. Sistoyo akhirnya digelandang ke KPK untuk menjalani pemeriksaan Senin malam. Pemeriksaannya masih berlangsung hingga pagi ini.

Mengetahui anak buahnya ditangkap KPK, Marwan kembali menyatakan sangat prihatin. "Masih ada saja jaksa yang belum mau mengubah perilaku," ujar dia.

Ia berjanji akan menyusun konsep agar integritas, kapabilitas, serta kapasitas aparat pengawasannya bisa bekerja maksimal. Dengan begitu bisa mengontrol kinerja para jaksa. "Dan memberikan tindakan tegas," tambah dia.

TRI SUHARMAN