Topik
Laba Bank DBS Menggelembung 320 Persen
TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank DBS Indonesia semakin tajir saja. Mereka membukukan laba bersih sebesar Rp 334,6 miliar. Angka itu naik 319,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Wow!
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat adalah salah satu faktor kunci yang membuat DBS tumbuh cepat. "Karena lokasi yang strategis, kuatnya konsumsi domestik serta besarnya segmen usia produktif dan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah," kata Presiden Komisaris Bank DBS Indonesia, Bernard Tan, di Jakarta, Selasa, 22 November 2011.
Mengkilapnya bisnis DBS itu juga terlihat dari pertumbuhan di hampir semua segmen yang mereka garap. Kinerja DBS pada kuartal ketiga 2011 ini terutama didorong oleh pertumbuhan di segmen bisnis consumer banking dan institutional banking. Total pendapatan kredit konsumsi DBS pada kuartal ketiga tumbuh 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Total pendapatan bisnis institutional banking meningkat 13 persen dibandingkan kuartal ketiga 2011. DPS bisa menikmati pertumbuhan kinerja kredit usaha kecil dan menengah yang tumbuh 33 persen.
"Seiring dengan pertumbuhan solid ekonomi Indonesia, DBS menargetkan kredit korporasi tumbuh rata-rata 24 persen per tahun dalam 2 sampai 3 tahun mendatang," kata Direktur Bank DBS Indonesia, Dani Prabawa.
Komponen pendukung pertumbuhan bisnis institutional banking DBS Indonesia adalah Global Transaction Services (GTS). Layanan ini diberikan kepada nasabah korporasi dan UKM. Pada kuartal ketiga 2011, total pendapatan GTS sebesar 34 persen.
Kunci kesuksesan GTS ada pada kemampuan menangkap peluang di sektor-sektor kunci seperti perdagangan komoditas. "GTS diharapkan bisa mendukung lebih banyak perusahaan Indonesia melalui keunggulan layanan dan konektivitas Asia yang dimiliki DBS," kata Head of GTS DBS Indonesia, Tam Thye Hung.
EKA UTAMI APRILIA





