foto

TEMPO/Subekti

Sensus Pajak Badan Usaha Tak Capai Target

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Ahmad Fuad Rahmany mengaku pesimistis sensus pajak nasional terhadap tempat-tempat usaha akan mencapai target. Sebelumnya Fuad menargetkan sensus bisa menggaet 1,5 juta wajib pajak baru.

"Banyak yang menolak didata oleh petugas sensus. Alasannya karena telah memiliki nomor pokok wajib pajak," ujar Fuad mengungkapkan perkembangan program sensus pajak kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa malam, 22 November 2011.

Direktorat Jenderal Pajak akhirnya merevisi target wajib pajak baru dalam sensus yang diluncurkan Oktober lalu menjadi hanya 985 ribu wajib pajak. Namun turunnya target sensus diklaim tidak akan mempengaruhi target pendapatan pajak yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, pemerintah menargetkan pendapatan pajak sebesar Rp 1.024 triliun, dengan rasio pajak sebesar 12,6 persen yang sebelumnya hanya dipatok 12,2 persen.

Pada tahun 2011 target pendapatan pajak sebesar Rp 878,685 triliun. "Sensus ini di luar target kami sebenarnya. Mudah-mudahan 2012 penerimaan pajak bisa tercapai," kata Fuad lagi.

Menurut dia, target sensus belum menggambarkan realitas di lapangan. Itu karena aparat pajak belum memiliki pengalaman melakukan sensus serupa sebelumnya.

Selain itu pihaknya juga menghadapi berbagai kendala teknis di lapangan. "Kami akan perbaiki, pelajari, dan evaluasi sistem serta cara kami kerja untuk perbaikan sensus 2012 mendatang," ujarnya.

Sebelumnya Kementerian Keuangan bersama Badan Pusat Statistik meluncurkan program sensus pajak. Pemerintah ingin meningkatkan jumlah pembayar pajak.

Dari 238 juta penduduk Indonesia, sekitar 44 juta orang dianggap layak membayar pajak. Tapi dari jumlah itu hanya 8,5 juta orang yang memenuhi kewajibannya.

Selain itu, saat ini tercatat ada 22,6 juta badan usaha, baik yang berdomisili tetap maupun tidak. Namun hanya 466 ribu badan usaha yang membayar pajak.

Pemerintah sendiri menargetkan dengan sensus pajak ada kenaikan wajib pajak sampai dua kali lipat. "Ini kan pengalaman pertama. Kami akan lakukan sebaik mungkin di 2012," katanya.

ALWAN RIDHA RAMDANI