TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Pendapatan XL Diprediksi Capai Rp 18 Triliun
TEMPO.CO, Jakarta - Realisasi pendapatan PT XL Axiata Tbk diprediksi akan di bawah target yang ditetapkan perseroan. “Tahun ini tadinya kami perkirakan 9-10 persen, tapi mungkin hanya 6-8 persen,” kata Direktur Utama XL, Hasnul Suhaimi, di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu 23 November 2011.
Hal itu disebabkan oleh pasar yang ternyata tidak tumbuh sebesar yang diperkirakan, penetrasi simcard yang sudah mencapai 100 persen, juga ada permasalahan sms konten beberapa waktu lalu. Tahun depan juga diperkirakan pertumbuhan yang tidak jauh berbeda dari tahun ini. “Mungkin kalau dihitung-hitung pendapatan tahun ini sekitar Rp 18 triliun, tahun lalu sekitar Rp 17 triliun,” kata Hasnul.
Tahun depan perseroan menganggarkan investasi sekitar Rp 6 triliun, atau hampir US$ 700 juta. Pendanaannya akan diperoleh dari internal karena EBITDA Perseroan pada tahun ini diperkirakan lebih dari Rp 9 triliun. Menurut Hasnul, sebagian besar investasi tersebut akan difokuskan untuk pengembangan layanan seluler 3G.
Seperti diketahui, saat ini jumlah pelanggan perseroan sekitar 44 juta dan hingga akhir tahun ditargetkan mencapai 45 juta. Sekitar 15 persen di antaranya adalah pelanggan yang menggunakan layanan seluler 3G. Sementara pada tahun depan diperkirakan jumlah total pelanggan bisa mengalami pertumbuhan sekitar 10 persen, di antaranya pertumbuhan pelanggan 3G yang diprediksi bisa tumbuh sekitar 25 persen dari tahun ini.
“Dulu layanan 2G dinilai cukup untuk akses Internet, sementara sekarang tidak bisa kita andalkan lagi,” ucap Hasnul. Sementara sisa investasinya akan digunakan untuk pengembangan jaringan, penambahan BTS, pengembangan IT, dan lainnya.
EVANA DEWI





