TEMPO/Seto Wardhana
Perbankan Kurang Dukung Sektor Migas Nasional
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Hardiono mengungkapkan industri perbankan kurang mendukung kegiatan usaha sektor minyak dan gas bumi nasional. Produksi minyak nasional sulit digenjot karena perbankan enggan memberikan suntikan kredit.
"Perhatian BP Migas saat ini adalah bagaimana merelaksasi perbankan, sehingga lebih agresif dalam pendanaan industri migas," kata Hardiono dalam Simposium BP Migas, Perbankan Nasional, Penyedia Barang/Jasa di Industri Hulu Migas di Balai Kartini, Kamis, 24 November 2011. BP Migas menargetkan adanya kenaikan lifting dengan mendorong permodalan. Ia berharap perbankan memberikan dukungan lebih besar.
Menurut dia, produksi minyak tahun ini masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah, yang di dalamnya produksi baru mencapai 904 ribu barel per hari. Jumlah itu lebih rendah dibanding target 945 ribu barel per hari.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman Hadad mengungkapkan sebetulnya dukungan perbankan sudah optimal. Kredit di sektor pendukung juga sudah cukup besar.
Sulitnya pendanaan perbankan untuk vendor, menurut Muliaman, hanya karena perbankan dan vendor belum saling mengenal satu sama lain. Ia meyakinkan BI akan mendukung koordinasi antarkeduanya. "Nanti, antara kami dan BP Migas akan ada pertemuan-pertemuan lain," kata dia.
MARTHA THERTINA





