foto

Purnomo Yusgiantoro. TEMPO/Aditia Noviansyah

Potensi Energi dan Migas Besar di Perbatasan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Profesor Purnomo Yusgiantoro mengatakan wilayah perbatasan masih menyimpan potensi energi yang besar. Potensi itu di bidang sumber daya alam, minyak, dan gas bumi. Hanya, potensi energi masih menjadi konflik. “Sektor migas juga sering menjadi pemicu konflik di wilayah perbatasan, di negara mana pun," kata Purnomo, Kamis, 24 November 2011.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini mengatakan potensi yang ada di wilayah perbatasan atau di zona ekonomi eksklusif berupa sumber daya alam. Karena berpotensi menimbulkan konflik, sumber daya energi di wilayah perbatasan Indonesia dengan beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura tidak bisa digenjot untuk kesejahteraan. “Tidak dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran masyarakat," ucap dia.

Padahal isu energi di perbatasan yang sebetulnya memberikan keuntungan besar baik kasatmata maupun tidak ini juga menyisakan potensi perebutan cadangan energi dan migas yang sensitif dalam hubungan negara-negara yang bertetangga. Misalnya, Dealfanatuna, adalah zona ekonomi eksklusif di Ambalat yang berpotensi menimbulkan perebutan cadangan minyak antara Malaysia dan Thailand.

Komisaris PT Pertamina Persero, Luluk Sumiarso, mengatakan Indonesia memiliki potensi migas yang sangat besar baik yang terbarukan maupun yang tidak. Potensi ini telah didukung dengan perangkat legislasi seperti Undang-Undang Energi, Migas, Batu Bara, dan Listrik. "Dukungan legislasi sudah luar biasa," katanya.

Penyediaan energi juga diutamakan ke daerah-daerah tertinggal. Hal ini terlihat dari kebijakan subsidi energi ini didukung dengan undang-undang untuk membantu masyarakat, khususnya masyarakat ekonomi rendah. "Intinya pemanfaatan energi diprioritaskan untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widayatin mengatakan produksi batu bara meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, cadangan gas Indonesia juga cukup banyak. Seperti di Blok Cepu, masih tersimpan cadangan gas yang cukup besar. "Hanya infrastrukturnya yang belum sempurna.”

SAHRUL