foto

Pesawat Susi Air

KNKT Akan Diminta Usut Jatuhnya Susi Air

TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Perhubungan tak memastikan kecelakaan pesawat Susi Air di Bandara Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua terjadi akibat adanya orang yang melintasi landasan pacu atau runway Bandar Udara. ”Ya itu kan katanya (ada orang melintas). Katanya Susi Air seperti itu. Tapi yang tahu persis itu pilotnya,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Herry Bakti, Kamis, 24 November 2011.



 



Jika benar ada orang melintas di dalam bandara, ia menuding, kecelakaan pesawat itu tanggung jawab pengelola bandara, yakni pemerintah daerah dan operator pesawat terbang. Alasannya, Bandara Sugapa bukan bandara komersial. Saat hendak terbang, pilot terlebih dahulu harus tahu kondisi bandara dan landasan harus bersih.



Rabu lalu, 23 November 2011, pesawat milik maskapai Susi Air jenis Carravan PK-VVG yang dikemudikan Pilot Jessie Becker asal Selandia Baru dan Kopilot Albert asal Spanyol menabrak tebing di sekitar Bandara Sugapa ketika hendak mendarat pada pukul 08.53 WIT. Menurut CEO Susi Air, Susi Pudjiastuti, ketika hendak mendarat, pesawat itu terbang lagi karena menghindari orang yang berada di landasan pacu (runway).

Namun, Herry mengatakan, menilik kondisi bandara yang tidak memiliki pagar itu, sebetulnya tanggung jawab operator untuk mensterilkan lokasi itu. “Nanti Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan mengecek, akan meng-interview dengan orang-orang di sana, termasuk dengan Susi. Apa betul ada orang melintas di sana.”

Pengamanan di bandara unat tended bisa berupa pagar, dijaga oleh seorang petugas, atau pengamanan dengan sirene. Bandara hanya memiliki radio komunikasi portabel dan ini dialami sekitar 500 bandara serupa.

Sebagai regulator, kementerian perhubungan mengaku sudah melakukan sosialisasi agar pemda dan operator bertanggung jawab menjaga kondisi bandara.

Hingga kini kementerian dan KNKT sudah melakukan penyelidikan. Mereka sudah turun ke lapangan melakukan wawancara dengan saksi-saksi, dari penduduk maupun maskapai. ”Paling tidak beberapa bulan ke depan sudah ada hasilnya. Sekarang belum ada kesimpulan.”



 



MUHAMMAD TAUFIK