foto

Tempo/Rully Kesuma

Si Manis Suka Makanan Manis  

TEMPO.CO, Gettysburg -Jika Anda berhadapan dengan rekan yang mudah tersinggung atau teman bermuka masam, mungkin hasil riset terbaru ini dapat membantu. Penelitian ini mungkin dapat menjawab pertanyaan apakah mengkonsumsi makanan manis membuat Anda berperangai manis pula.

Studi yang dilakukan peneliti dari North Dakota State University, Fargo, Gettysburg College, dan Saint Xavier University ini menunjukkan orang yang menggemari makanan manis mempunyai pembawaan lebih manis. “Rasa adalah sesuatu yang kita alami setiap hari,” kata Brian Meier, dosen psikologi di Gettysburg College, Gettysburg, Amerika Serikat. “Riset kami menguji apakah metafora yang mengaitkan rasa yang lebih disukai dengan pengalaman pro-sosial dapat digunakan untuk menguak perilaku dan ciri kepribadian seseorang.”

Riset itu terdiri atas lima studi. Pada salah satu studi, orang yang makan cokelat ternyata lebih ringan tangan ketimbang orang yang makan biskuit tawar, atau tidak mengudap. Studi lain menunjukkan orang percaya seseorang yang suka makanan manis, seperti permen atau kue cokelat, jauh lebih menyenangkan atau suka menolong ketimbang orang yang menyukai empat rasa lainnya.

“Sangat menakjubkan bahwa orang yang suka menolong dan ramah dianggap ‘manis’ karena rasa itu tampaknya memiliki sedikit kemiripan dengan kepribadian atau perilaku tersebut,” kata Meier. “Rasa yang kami pelajari mengendalikan perasaan positif sehingga efek yang kami temukan tidak dipengaruhi oleh perasaan bahagia atau senang yang mungkin dialami seseorang setelah mengkonsumsi makanan manis.”

Michael D. Robinson, dosen psikologi dari Universitas North Dakota, menyatakan riset mereka menunjukkan adanya tautan yang nyata antara rasa manis dan perilaku pro-sosial. “Temuan ini mengungkap bahwa metafora ini dapat mengarah pada prediksi unik dan provokatif tentang perangai seseorang dan ciri kepribadiannya,” ujarnya.

Para peneliti juga memperlihatkan bahwa orang yang menyukai makanan manis memiliki kepribadian yang jauh lebih menyenangkan ketimbang orang yang tidak suka. Mereka juga kemungkinan besar bersedia turun tangan membantu membersihkan kota setelah terkena bencana banjir besar.

Dengan temuan ini, orang dapat memprediksi seberapa menyenangkan atau ramah seseorang berdasarkan kegemarannya mengkonsumsi makanan manis. Pilihan atau selera terhadap empat rasa lain tidak dapat digunakan untuk memprediksi ciri pro-sosial yang menyenangkan.

SCIENCEDAILY | TJANDRA