Sejumlah mahasiswa asal Papua menuntut dana asrama Papua dengan merusak asramanya di Makassar (8/1). ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang
Topik
Mahasiswa Papua di Yogyakarta Pulang Kampung
TEMPO.CO, Yogyakarta - Ribuan mahasiswa Papua di Yogyakarta beramai-ramai meninggalkan Kota Pelajar itu pada sepekan terakhir. Pada Kamis, 24 November 2011, masih ada 7.300 mahasiswa Papua di sana. Tapi jumlahnya dipastikan menyusut menjadi tinggal 2.000 orang pada akhir pekan ini.
Sempat beredar kabar kepulangan massal ini terkait kondisi keamanan yang memburuk di Papua. Ada juga isu bahwa eksodus ini didorong oleh adanya rencana upacara pengibaran bendera Bintang Kejora di seluruh pelosok tanah Papua pada 1 Desember mendatang, sekaligus deklarasi Papua merdeka.
Dari pengamatan Tempo, suasana asrama Papua di kawasan Jalan Kusumanegara Yogyakarta kini terlihat lengang. Asrama yang bisa memuat sekitar 400 orang itu kini sepi karena tinggal dihuni sekitar 70 orang saja.
Isu eksodus ini sempat diantisipasi dengan penyelenggaraan audiensi antara mahasiswa Papua dan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X pada 16 November lalu. Saat itu Sultan memberikan jaminan keamanan kepada mahasiswa Papua. “Karena mahasiswa Papua yang ada di Yogyakarta adalah warga Yogyakarta yang wajib dilindungi,” kata Sultan.
Tapi semua isu negatif ini ditepis aktivis mahasiswa Papua di Yogyakarta. “Mereka meninggalkan Yogyakarta setelah selesai ujian (di kampus),” kata Koordinator Mahasiswa Papua di Yogyakarta, Sagrim Hamah, kepada Tempo, Kamis, 24 November 2011.
Sagrim memastikan mahasiswa Papua tersebut akan kembali ke Yogyakarta untuk melanjutkan kuliahnya. “Mungkin Desember nanti setelah merayakan Natal,” kata Sagrim yang berencana pulang pekan depan. Dia membantah pulang kampung massal ini terkait kondisi keamanan. “Bukan begitu. Sebenarnya sudah bisa dinetralkan. Tapi mereka telanjur dibelikan tiket pulang oleh keluarganya yang khawatir. Mau tak mau harus pulang,” kata Sagrim.
Ditemui terpisah, Ketua Majelis Rakyat Papua Barat Vitalis Yumte membantah akan ada pengibaran bendera Papua pada awal Desember depan.
"Banyak isu di Papua karena banyak kepentingan yang bermain," kata Vitalis saat ditemui di kediaman adik Sultan, Gusti Bendara Pangeran Haryo Joyokusumo, di Gadri Resto Yogyakarta, Kamis, 24 November 2011.
PITO AGUSTIN RUDIANA





