TEMPO/ Nita Dian
Topik
Antre Pembeli BlackBerry Bellagio di Pacific Place
TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar dua ribu warga Jakarta rela antre di pelataran Pacific Place untuk mendapatkan BlackBerry Bellagio yang dijual dengan potongan hingga 50 persen dari harga semula pagi ini. Beberapa pengunjung pingsan akibat desakan.
"Sangat penuh sekali, saya sejak malam ke sini," ujar Muntato, warga Ancol yang rela mengantre, Jumat, 25 November 2011.
Menurutnya, penjualan perdana cukup menarik minat pembeli. "Penasaran saja karena canggihnya kayak seri sebelumnya, 99," ujarnya. "Mencoba keberuntungan membeli dengan setengah harga, semoga bisa."
Pagi ini, Research In Motion (RIM) rela banting harga hingga 50 persen untuk menjual BlackBerry Bellagio. Dari harga asli Rp 5 juta, saat ini gadget ini dijual cuma Rp 2,5 juta.
Panitia hanya menyediakan 1.000 unit, sementara antrean pengunjung diprediksi melebihi kuota persediaan.
Berdasarkan bocoran panitia, waktu penjualan perdana BlackBerry seri 9790 tersebut akan dimulai pada pukul 09.30 WIB. Beberapa kali panitia terus mengingatkan pengunjung melalui pengeras suara agar tertib.
Muntato kecewa sebab panitia tidak mencantumkan jadwal hingga membuat bingung pengunjung. Bahkan pagi tadi, ujar dia, sempat terjadi kericuhan pada saat pembagian gelang nomor antre. "Kacau sekali panitianya," ujarnya.
Meskipun pengaturan tidak jelas, ia berharap panitia penjualan bisa tetap profesional mengatur pengunjung yang masuk. "Harusnya panitia jangan mengecewakan pengunjung," pintanya.
Berdasarkan pantauan dan informasi Tempo di lapangan, antrean pengunjung sudah dimulai sejak tadi malam. Mereka bahkan tak sedikit yang rela menginap di sekitar area penjualan. "Tadi bahkan ada yang sempat pingsan akibat desakan," ujar petugas yang enggan disebut namanya.
Jumlah pengunjung terus bertambah hingga pagi hari. Stan antrean yang disediakan panitia pun menjadi sia-sia tidak tepakai akibat membludaknya pengunjung. Mereka pun akhirnya menggunakan bahu jalan dan terus merengsek mendekati panitia penjualan di lantai dasar Pacifik Place. Akibatnya, jalan lingkar pusat perbelanjaan itu ditutup panitia bagi kendaraan umum.
Bukan hanya itu, akibat membludaknya pengunjung serta leletnya panitia, panitia dan pengunjung sempat bersitegang. Bahkan beberapa pengunjung sempat bersiul mengejek panitia. "Huuuuuuuh, dulukan yang pakai gelang," teriak kelompok pengunjung yang telah pakai gelang nomor antrean.
JAYADI SUPRIADIN





