Sejumlah pekerja buruh melakukan unjukrasa di depan kantor Walikota Batam (24/11). TEMPO/Rumbadi Dalle
Topik
Pemerintah Kepulauan Riau Bahas UMK Kota Batam
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo mengatakan telah menerima berkas dari Pemerintah Kota Batam berkaitan dengan penentuan Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2012.
Menurut Soerya, saat ini berkas dari Pemkot Batam sedang dibahas Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Riau untuk menentukan nilai idealnya UMK di Batam agar tidak mengecewakan pekerja. "Pokoknya supaya semua pihak merasa legowo," kata Soerya Respationo kepada Tempo, Sabtu, 26 November 2011.
Soerya menjelaskan, ada tiga versi usulan UMK yang sedang dikaji, yaitu versi serikat pekerja Rp 1,760 juta per bulan, versi Tripartit Rp 1,302 juta per bulan, dan versi Apindo Batam Rp 1,235 juta.
Dari tiga versi itu akan ditentukan nilai UMK Kota Batam, namun tidak akan kurang dari yang telah ditetapkan Tripartit.
Soerya menjelaskan, berkas UMK tersebut diterima Gubernur Kepulauan Riau, Jumat, 25 November 2011. "Secepatnya ada ketetapan," ujar Soerya.
Soerya mengimbau masyarakat tidak terpancing isu yang bisa menimbulkan tindakan anarkis, seperti Rabu dan Kamis, 23 dan 24 November 2011. Tindakan anarkis merugikan masyarakat Batam karena orang asing yang berinvestasi di daerah ini akan ketakutan. Batam dibangun tujuannya menarik investor asing dan menyerap tenaga kerja. "Jangan sampai ternoda," papar Soerya.
Kepala Kepolisian Resor Kota Barelang, Ajun Komisaris Besar Polisi Johanes Widodo, mengatakan, situasi Batam sudah kondusif. Namun status keamanan tetap siaga satu. Pihaknya tetap melakukan penjagaan terhadap obyek vital, seperti kawasan industri dan pusat-pusat keramaian. Penjagaan kantor Wali Kota Batam juga tetap dilanjutkan, barikade kawat berduri tetap dipasang. "Secara umum Batam normal," papar Johanes.
Adapun dari 1.800 personel yang diterjunkan yang dibantu TNI AD, TNI AL, dan Satpol PP, hari ini sebanyak 600 personel telah ditarik.
Berkaitan dengan aksi kerusuhan, polisi sempat menahan 27 orang. Sebanyak 25 orang dibebaskan, sedangkan dua orang, yakni AM dan AR, ditetapkan sebagai tersangka. AM merupakan pelaku perusakan kantor Polsek Sagulung dan AR melempar kantor Wali Kota Batam yang menyebabkan kaca depan pecah.
Johanes menjelaskan, akibat kerusuhan tersebut, sebanyak sembilan kantor Polsek, lima unit kendaraan roda empat, serta dua unit sepeda motor rusak. Empat kendaraan roda empat yang rusak berpelat merah.
Kepala Bagian Operasional Polresta Barelang, Komisaris Polisi Mochammad Soleh, menjelaskan, pihaknya terus melakukan patroli. Bagi yang berniat melakukan orasi, tidak ada larangan. "Bila melakukan tindakan anarkis, ditangkap," tegasnya.
Sementara itu, anggota Asosiasi Travel dan Agency Kota Batam, Kadek, menjelaskan travel biro di Singapura dan Malaysia yang menjadi mitranya tidak akan membatalkan kunjungan turis ke Batam.
Adapun Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Guntur Sakti mengatakan tetap menggelar acara yang telah diagendakan, termasuk mendatangkan artis dari Jakarta untuk menghibur masyarakat Batam. Selain itu, akan mengundang wartawan Singapura dan Malaysia untuk melihat keadaan Batam secara langsung agar tidak terjadi kesalahan informasi tentang situasi di Batam. Sebab, banyak informasi yang menyesatkan di Facebook dan Twitter yang menggambarkan seolah-olah Batam dilanda chaos besar.
RUMBADI DALLE





