REUTERS/Thierry Roge
Topik
Penguatan Dolar AS Tertahan
TEMPO.CO, Sydney—Apresiasi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama dunia mereda setelah keluarnya laporan akhir pekan lalu bahwa para pembuat kebijakan Uni Eropa akan mampu mendapatkan pegangan untuk mengatasi krisis utang. Kekhawatiran masalah Eropa juga sedikit menurun setelah ada sinyal naiknya penjualan ritel AS di hari libur Thanksgiving pekan lalu.
Indeks dolar AS terhadap enam mata uang rival utamanya siang ini melemah 0,322 poin (0,4 persen) ke level 79,371 dibanding posisi akhir pekan lalu di 79,688. Analis dari Brown Brothers Harriman mengemukakan penjualan ritel di hari libur Thanksgiving, yang dikenal dengan “Black Friday”, meningkat akhir pekan lalu. “Kemungkinan akan dimulai serangkaian laporan yang cukup positif di tengah masih tingginya angka pengangguran,” tutur dia.
Tertahannya penguatan dolar AS karena ekspektasi membaiknya data ekonomi AS yang berkorelasi kuat terhadap minat investor pada aset berisiko. Investor terus memburu dolar AS dalam beberapa pekan terakhir sebagai safe haven seiring dengan peningkatan masalah utang Eropa.
Melonjaknya imbal hasil obligasi Italia mengindikasikan masih tingginya ketidakpastian pasar untuk jangka panjang. Pemangkasan rating Hungaria dan Belgia akhir pekan lalu juga menambah kecemasan para pelaku pasar.
Laporan terpisah menyebutkan bahwa para pejabat Eropa telah sepakat tentang bagaimana memanfaatkan dana penyelamatan, dan Dana Moneter Internasional (IMF) dapat membantu melindungi Italia, serta para pejabat Prancis dan Jerman juga membahas integrasi penyelesaian krisis Eropa.
Hingga pukul 15.10 WIB euro ditransaksikan di level US$ 1,3302, naik 0,0063 poin (0,47 persen), poundsterling Inggris menguat 0,0027 poin (0,17 persen) menjadi US$ 1,5466, serta yen Jepang juga menguat 0,011 poin (0,01 persen) menjadi 77,722 per dolar AS.
Harga komoditas hari ini bergerak naik seiring dengan meredanya kekhawatiran masalah Eropa dan menguatnya bursa saham di Asia. Harga emas untuk antaran bulan Desember melonjak US$ 21,6 (1,28 persen) menjadi US$ 1.707,1 per troy ounce. Harga perak untuk kontrak bulan Desember naik US$ 0,756 (2,44 persen) menjadi US$ 31,77 per troy ounce. Demikian pula dengan harga minyak mentah juga menguat US$ 2,1 (2,17 persen) menjadi US$ 98,87 per barel.
MARKETWATCH/VIVA B KUSNANDAR





