foto

TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Impor Beras Thailand Mulai Desember

TEMPO.CO, Jakarta - Banjir yang melanda Thailand sempat membuat Negeri Gajah Putih itu berniat membatalkan kesepakatan ekspor berasnya ke Indonesia. Namun akhirnya pemerintah Thailand mau melaksanakan komitmennya tersebut.

Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan Thailand berencana memulai proses ekspor berasnya ke Indonesia pada Desember mendatang. "Sebenarnya pemerintah Thailand mengharapkan pada Desember ini sudah bisa mulai mengapalkan berasnya," kata Sutarto saat ditemui usai acara penanaman pohon di Bukit Merah Putih, Indonesia Peace and Security Centre, Sentul, Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Senin 28 November 2011.

Sebelumnya Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra mengatakan pembatalan ekspor terpaksa dilakukan karena komitmen yang sebelumnya dibuat oleh pemerintah lama. "Meski begitu kami sudah menandatangani nota kesepahaman antara Thailand dan Indonesia untuk menyuplai beras. Jadi Indonesia akan membeli beras Thailand sebanyak 1 juta ton per tahun," kata dia beberapa waktu lalu.

Meskipun ada bencana banjir, kata Yingluck, pihaknya berharap bisa terus menyuplai beras ke Indonesia. Sebab banjir tidak terlalu mempengaruhi produksi beras Thailand dan banjir hanya mempengaruhi 20 persen produksi beras negara tersebut.

Sutarto mengatakan Thailand pada dasarnya siap  melakukan ekspor ke Indonesia. "Ya kita menunggu dulu karena Bulog kan juga harus nunggu arahan pemerintah," ujar dia.

Thailand, kata Sutarto, akan segera mengirim berasnya ke Indonesia sesuai dengan komitmen awal sebesar 300 ribu ton. Selama menunggu kepastian realisasi impor beras Thailand ini Bulog mencari alternatif lain impor beras dari India. Tujuannya untuk menjaga stok beras nasional minimal 1,5 juta ton di akhir tahun ini.

"Kemarin kan karena Thailand lama tidak ada kepastian ekspor berasnya. Jadi Bulog tidak mau bergantung, sehingga kami sudah ambil dari India," ujar dia. Bulog telah menyepakati impor beras dari India sebanyak 250 ribu ton yang akan masuk bertahap mulai akhir tahun ini.

Mengenai harga beras Thailand yang diperkirakan naik dan akan berimbas pada harga beli Bulog, Sutarto tidak mau berkomentar banyak. "Harga ini kami belum tahu karena harus ada pembicaraan lebih lanjut dulu," kata dia sambil masuk ke dalam mobil.

Berdasarkan data Bulog, hingga hari ini pengadaan beras dalam negeri masih sebanyak 1.474.678 ton beras. Harga grosir beras di Pasar Induk Cipinang Jakarta untuk jenis IR 64-I sebesar Rp 7.750 per kilogram, untuk jenis IR 64-II sebesar Rp 7.250 per kilogram, dan untuk jenis IR 64-III sebesar Rp 6.700 per kilogram.

ROSALINA