REUTERS/Stringer
Topik
Inggris Bayar Pejuang Taliban Rp 1,4 Juta Sebulan
TEMPO.CO, London - Pejuang Taliban dibayar £ 100 (Rp 1,4 juta) sebulan agar berhenti menyerang pasukan Inggris di Afganistan. Hal itu terungkap Ahad 27 November 2011 kemarin.
Gerilyawan diberi bayaran bulanan dan diperbolehkan menyimpan AK47 mereka dan senapan lainnya berdasarkan program reintegrasi yang disetujui NATO. Tapi mereka harus menyerahkan persenjataan yang lebih besar.
Mereka juga diberikan amnesti. Hal itu berarti mereka tidak akan menghadapi pengadilan, termasuk jika mereka menyerang dan membunuh pasukan Inggris, atau kekejaman lain seperti pembunuhan perempuan dan anak.
Para pejuang harus meninggalkan kekerasan dan hubungan dengan organisasi teroris, dan dilarang menyerang pasukan dari International Stabilisation and Assistance Force (ISAF).
Program ini telah menerima £ 98 juta (Rp 1,39 triliun) dari pendanaan internasional, termasuk £ 6.5 juta (Rp 92 miliar) dari Inggris.
Pejuang Taliban yang bergabung dengan program ini tidak menghadapi interogasi, tapi diminta mengisi kuesioner yang menjelaskan alasan mereka bergabung dengan pemberontakan.
Mereka menjalani program indoktrinasi selama tiga bulan untuk menerima pelajaran nilai-nilai kewarganegaraan. Pembayaran Rp 1,4 juta dihentikan ketika program ini selesai.
Lebih dari 2.700 gerilyawan dilaporkan telah menjalani reintegrasi sejak Oktober 2010, termasuk sekitar 90 dari Helmand, di mana hampir 400 tentara Inggris telah tewas dan lebih dari 5.000 terluka.
Di Afganistan utara, sekitar 900 Taliban telah meninggalkan pemberontakan dan kekerasan telah berkurang hampir sepertiga.
Mayor Jenderal David Hook, Direktur Joint Force Integration Cell di Kabul, mengakui skema itu sulit diterima oleh masyarakat Inggris.
Jenderal Inggris yang sebelumnya menjabat sebagai komandan di Afganistan selatan itu mengatakan ia telah melihat contoh-contoh kebrutalan Taliban yang sulit dimaafkan.
Namun dia mengatakan reintegrasi penting jika perdamaian ingin dicapai. "Kami menerima sejumlah besar IRA kembali ke dalam masyarakat kami karena kami menginginkan perdamaian di Irlandia Utara dan saya tidak melihatnya berbeda di Afganistan," tutur dia.
Hook mengatakan dari 2.700 Taliban yang telah melalui program ini hanya lima yang kemudian bergabung kembali dengan pemberontak.
DAILY MAIL | EZ





