TEMPO/Dasril Roszandi
Topik
Infografis
Foto Terkait
Krisis Eropa Tak Ganggu Pembiayaan Ekspor
TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menilai korporasi swasta dalam negeri tak perlu khawatir bahwa krisis di Eropa bakal berpengaruh buruk terhadap pembiayaan perdagangan. Sebab pembiayaan dari Eropa kepada swasta selama ini sangat rendah--termasuk dari negara yang mengalami krisis keuangan terparah seperti Yunani dan Portugal.
Direktur Riset dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan utang swasta kepada negara-negara Eropa hingga akhir September lalu mencapai US$ 21,5 miliar, atau sekitar 24 persen dari total pinjaman swasta kepada luar negeri sebesar US$ 90,1 miliar. "Kita tidak perlu khawatir, sebagian besar juga berupa perjanjian pinjaman," katanya di kantornya, Selasa, 29 November 2011.
Data Bank Indonesia menunjukkan perjanjian pinjaman swasta kepada negara Eropa mencapai US$ 19,9 miliar. Pembiayaan perdagangan hanya US$ 0,8 miliar, sama dengan utang securities dan sebagainya.
Selama ini Belanda tercatat paling banyak mengucurkan dana kepada swasta Indonesia, yakni mencapai US$ 13,5 miliar. Urutan berikutnya adalah Inggris dengan dana sebesar US$ 2,1 miliar, Jerman sebesar US$ 1,4 miliar, dan Prancis sebesar US$ 0,4 miliar.
"Itu adalah negara-negara yang masih cukup kuat menghadapi kondisi yang terjadi di sana," ujar Perry. Adapun pinjaman swasta dari negara-negara PIIGS, yakni Portugal, Italia, Irlandia, Greece (Yunani), dan Spanyol relatif kecil, hanya US$ 93,7 juta.
EKA UTAMI APRILIA





