foto

TEMPO/Arif Wibowo

Medco Geothermal Jajaki Investasi Filipina  

TEMPO.CO, Jakarta - PT Medco Geothermal Indonesia menjajaki peluang bisnis panas bumi di Filipina. Anak perusahaan PT Medco Energy Internasional Tbk ini juga berencana menemui beberapa calon investor untuk diajak mengembangkan energi panas bumi di Indonesia. “Kami terbuka dengan berbagai peluang,” kata Presiden Direktur PT Medco Geothermal Indonesia, S.J. Aries Pardjimanto, kepada Tempo di Financial Club Graha CIMB Niaga Jakarta, Selasa, 29 November 2011.

Aries mengatakan, kemarin Medco Geothermal menerima undangan dari panitia The World Geothermal Energy Summit 2011 yang akan digelar 7-9 Desember di Manila. Presiden Filipina Benigno Aquino III juga mengundang secara khusus Medco dalam breakfast meeting bersama beberapa pemain panas bumi dari berbagai negara di Manila Diamond Hotel. “Ini kehormatan bagi kami,” ujarnya.

Dia tak menampik akan berupaya bertemu dengan Petroenergy Resources Corp, pengembang energi asal Filipina. Sebelumnya Petroenergy berminat bekerja sama mengembangkan lapangan panas bumi Ijen, Jawa Timur, milik Medco, dengan rencana komitmen pembiayaan eksplorasi senilai US$ 35 juta.

Meski senang, undangan dari Filipina harus dijadikan peringatan dini bagi pengembangan energi panas bumi Indonesia. Sebab, dari awal, negara tetangga itu mengikrarkan diri bakal menjadi negara produsen geotermal terbesar di dunia. “Ini ironis karena cadangan panas bumi kita berlipat-lipat lebih besar ketimbang Filipina,” kata Aries.

Indonesia diperkirakan menyimpan potensi panas bumi setara 29 ribu megawatt, terbesar di dunia. Namun, selama puluhan tahun, energi yang dikembangkan ini baru menghasilkan 1.189 megawatt. Kementerian Energi Sumber Daya Mineral juga telah menetapkan 50 wilayah kerja panas bumi yang 19 di antaranya telah diterbitkan Izin Usaha Panas Bumi kepada pengembangnya. Tapi, dari jumlah itu baru enam wilayah kerja yang berproduksi.

AGOENG WIJAYA