Dokter melakukan bedah katarak pada program bedah katarak gratis Seeing Is Believing di RS Mata Cicendo, Bandung, Jawa Barat (28/5). Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan kedua dunia kasus kebutaan mata. 3,5 juta orang di Indonesia mengalami kebutaan dan katarak menyumbang 70 persen penyebab kebutaan. TEMPO/Prima Mulia
Topik
Pemerintah Tawarkan Beasiswa untuk Dokter Mata
TEMPO.CO, Jakarta - Dalam upaya meningkatkan kesehatan mata masyarakat Indonesia, Kementerian Kesehatan memberikan beasiswa untuk tenaga dokter di bidang ini. Upaya peningkatan kualitas dokter spesialis mata ini menjadi bagian dari program penanggulangan penyakit mata yang setiap tahun jumlahnya terus meningkat.
"Beasiswa ini diberikan terutama untuk dokter-dokter umum di daerah," kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam acara operasi katarak yang ke-6.000 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Selasa, 29 November 2011. Namun, kata Endang, penerima beasiswa nantinya diwajibkan kembali ke daerah tempat semula ia bertugas.
Untuk dokter-dokter yang baru, menurut Endang, diberikan tugas tiga bulan atau diberikan kelonggaran untuk memilih tempat bertugas di rumah sakit-rumah sakit daerah yang membutuhkan. "Konsepnya hospital base. Tapi mungkin kami bisa lihat hospital base atau rumah sakit lapangan, nanti bisa kami lakukan bersama," ujarnya.
Sayang, Endang enggan menyebutkan berapa jumlah beasiswa yang diberikan kementeriannya. Ia hanya menambahkan pemerintah juga memiliki balai mata yang sudah diperkuat dengan peralatan dan tenaga yang mumpuni.
MUNAWWAROH





