indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Direktur Rumah Sakit Abdul Muluk Lampung Dicopot


TEMPO.CO, Bandar Lampung - Setelah mendapat protes dan aksi unjuk rasa dari puluhan dokter dan perawat, Gubernur Lampung Sjachroedin Zainal Pagaralam akhirnya mencopot Direktur Utama Rumah Sakit Abdul Muluk Hermansyah Zaini. Pencopotan itu dilakukan setelah Sjachroedin menggelar rapat dan mendengarkan keluhan dokter dan perawat, Selasa kemarin.

“Diberhentikan agar suasana kerja di rumah sakit membaik. Pelayanan membutuhkan kenyamanan dan ketenangan bekerja,” kata Gubernur Lampung Sjachroedin Zainal Pagaralam, Rabu, 30 November 2011.

Sjachroedin kemudian menunjuk Syafei Hamzah sebagai pengganti sementara Hermansyah Zaini yang sebenarnya sudah masuk masa pensiun. Syafei yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komite Medik Rumah Sakit Abdul Muluk didapuk sebagai pelaksana tugas direktur utama. “Dokter Syafei memimpin sementara hingga ada pejabat definitif diangkat,” katanya.

Sjachroedin juga menyayangkan aksi para perawat dan dokter yang masih menjabat sebagai pegawai negeri sipil beberapa hari sebelumnya. Menurut Gubernur yang akrab disapa Bang Oedin itu, PNS tidak diperbolehkan berunjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi.

“Mereka bukan organisasi massa yang bisa berunjuk rasa semaunya. Kalau merasa dihina dan tidak suka atau diperlakukan tidak baik bisa berkirim surat berikut bukti yang kuat. Itu mekanismenya,” kata dia.

Sebelumnya puluhan dokter dan perawat di RS Abdul Muluk mogok kerja karena merasa diperlakukan tidak manusiawi oleh Hermansyah. Mereka menuntut Hermansyah dicopot dari jabatannya. “Kami bekerja di bawah tekanan dan ancaman mutasi. Itu sangat tidak nyaman,” kata Ketua Forum Komunikasi Karyawan RS Abdul Muluk, Dr. Iswedi Putra.

Hermansyah sendiri sudah menjalani pemeriksaan terkait dengan pengaduan dan tuntutan Forum Komunikasi Karyawan RS Abdul Muluk Bandar Lampung. “Pemeriksaan dipercepat dari berbagai sudut pandang. Hasilnya akan segera dilaporkan ke Gubernur Lampung,” kata Kepala Inspektorat Daerah Lampung Thamrin Bachtiar.

NUROCHMAN ARRAZIE


Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X