PT Waskita Karya. TEMPO/Arnold Simanjuntak
Waskita Tak Sabar ''Go Public''
TEMPO.CO, Jakarta - PT Waskita Karya (Persero), perusahaan konstruksi milik negara, berharap bisa segera melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dalam waktu dekat. Perseroan menargetkan aksi korporasi itu bisa terealisasi pada semester kedua tahun depan atau selambat-lambatnya semester pertama 2013. "Perusahaan masih kami buat ''cantik'' dahulu," kata Direktur Utama PT Waskita Karya, M. Choliq, di Kementerian BUMN, Rabu, 30 November 2011.
Menurut Choliq, saat ini perusahaan masih dalam proses pengembangan karena pernah menjadi ''pasien'' program restrukturisasi oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) akibat minusnya ekuitas perseroan pada 2007. Oleh sebab itu, dengan go public, Perseroan berharap modal semakin kuat. Bahkan awalnya Waskita merencanakan masuk dalam bursa efek pada tahun ini, namun dibatalkan karena belum ada keputusan dari pembahasan dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara.
Sebelumnya, Choliq pernah mengatakan, jika IPO bisa digelar, Waskita berharap memperoleh dana segar sedikitnya Rp 900 miliar untuk pelepasan sekitar 35 persen saham perseroan. Dana tersebut akan digunakan untuk investasi berupa pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, pelabuhan, dan pembangkit listrik micro hydro. “Kalau berhasil sekitar 50 persen, dana itu bisa kami gunakan untuk tambahan belanja modal,” kata Choliq.
Tahun ini, Waskita menargetkan pendapatan usaha Rp 7 triliun dengan laba sekitar Rp 160 miliar. Proyeksi tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu, ketika pendapatan usaha perusahaan hanya Rp 5,85 triliun dengan perolehan laba sekitar Rp 124 miliar. Adapun tahun depan, Choliq memperkirakan pendapatan Perseroan naik lagi menjadi Rp 9 triliun dengan laba sekitar Rp 200 miliar.
EVANA DEWI





