AP Photo/Ariana Cubillos
Topik
Infografis
Venezuela Tarik Ratusan Ton Emas dari Inggris
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Venezuela menarik ratusan ton emas dari Bank of England. Rezim Hugo Chaves menganggap Inggris–juga Amerika Serikat, Prancis, dan Swiss—bukan lagi tempat yang tepat buat menyimpan cadangan emas negaranya. Kapal pertama yang mengangkut emas itu tiba di Caracas, ibu kota Venezuela, Minggu 25 November 2011.
Total, Venezuela berencana memindahkan 160 ton logam mulia itu dari sejumlah negara ke bank sentral negara itu. Chaves juga akan memindahkan cadangan valuta asing senilai US$ 6,3 miliar atau Rp 53 triliun lebih dari sejumlah bank di Amerika Serikat dan Eropa ke Rusia, Cina, Brasil, dan sejumlah negara berkembang lainnya.
Pemerintah Venezuela menyatakan pemindahan cadangan emas berkaitan dengan “kedaulatan negara”. Akibat guncangan di negara-negara kaya, mereka menyimpulkan akan lebih aman cadangan devisa dipindahkan ke mata uang non dolar dan euro. Cadangan devisa pun lebih baik disimpan di aliansi Venezuela seperti Moskow, Beijing, serta tempat-tempat lain yang akan mendominasi dunia pada tatanan baru.
Proposal kebijakan Venezuela ini disiapkan tim keuangan Presiden, yang bocor ke kelompok oposisi. Penasihat Chaves mengingatkan ada kemungkinan Venezuela akan menjadi tempat favorit bagi penyimpanan aset-aset gelap seperti harta yang menjatuhkan Muammar Qadhafi dan keluarganya di Libya. Negara itu kini menghadapi belasan perkara sengketa pada mahkamah Bank Dunia, yang berpotensi merugikan negara tersebut hingga US$ 20 miliar.
THE ECONOMIST





