TEMPO/Supriyantho Khafid
Ini Dua Kandidat Ketua AJI
TEMPO.CO, Makassar - Bursa Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mulai nampak setelah pasangan Jajang Jamaluddin-Ulin Yusron (Jalin) dan pasangan Eko Maryadi alias Item-Suwarjono alias Jono (IJO), menyatakan siap memimpin AJI Indonesia dalam Kongres VIII AJI di Hotel Aryaduta Makassar, 1-3 Desember 2011.
Pasangan Jalin yang mengusung tagline “Jalin Kebersamaan untuk Penguatan AJI Kota” mengaku, selama ini mereka berdua telah bekerja sama sejak memimpin AJI Jakarta dan kepengurusan AJI Indonesia. Gaya karakter kepemimpinan yang mereka miliki mampu saling mengisi satu sama lain. "Dengan usia kami yang masih muda, kami berusaha untuk lebih energik, kreatif, dan memupuk militansi yang sangat bermanfaat bagi organisasi dan profesi jurnalistik," kata Jajang yang juga Sekjen AJI Indonesia ini.
Jurnalis Tempo ini menambahkan, jika terpilih nanti, AJI akan diarahkan pada peningkatan profesionalisme anggota. Mereka juga akan fokus pada peningkatan kompetensi anggota AJI kota. Strategi yang dipakai, yakni memeratakan pemahaman nilai-nilai ke-AJI-an di kalangan semua anggota AJI, meningkatkan kompetensi jurnalistik semua anggota AJI agar melampaui tuntutan Standar Kompetensi Wartawan yang telah ditetapkan Dewan Pers. "Ini perlu demi menjaga kualitas, bahkan kalau bisa melampui standar yang ditetapkan Dewan Pers," ucapnya.
Selain itu, pasangan Jalin juga berupaya menyiapkan anggota senior AJI di setiap kota untuk menjadi penguji Standar Kompetensi Wartawan serta menyiapkan pusat-pusat pengujian kompetensi di setiap region (Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali-NTB-NTT, Jayapura). Pasangan Item–Jono (IJO) mengaku ingin mengembangkan tradisi baru berkomunikasi secara terbuka dan transparan di AJI. IJO punya keinginan membangun AJI agar lebih maju dan kuat, memperjuangkan kepentingan anggota AJI, memperkuat kapasitas AJI-AJI Kota dalam semangat voluntarisme, keterbukaan, dan persaudaraan.
Item, kontributor media internasional, ini berjanji akan meningkatkan kapasitas departemen, seperti Divisi Advokasi, Divisi Serikat Pekerja, Divisi Etik Profesi, dan Divisi Perempuan. IJO akan menguatkan Divisi Organisasi dan Divisi Dana Usaha, dan membentuk Divisi Multimedia, Divisi Pendidikan dan Pelatihan, serta Pusat Pengembangan Ekonomi Kreatif. “Yang terakhir ini kelak akan ditugaskan untuk mencari dan mengelola Dana Abadi (Endowment Fund) untuk kepentingan seluruh AJI Kota,” ucap pengurus Divisi Advokasi AJI Indonesia ini.
Selain itu, IJO akan membuat pemetaan anggota AJI yang berstatus freelancer dan kontributor, menggali potensi mereka, serta memperjuangkan hak-hak dasarnya sebagai pekerja media lepas sesuai aturan hukum yang berlaku. "Saya ingin berjuang memperbaiki nasib kontributor dan freelancer di seluruh Indonesia bersama AJI Indonesia," tegas Item.
IRMAWATI





