foto

AP Photo/Michael Sohn

Tahun Depan, SBY Undang Angela Merkel  

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan niatnya mengundang Kanselir Jerman Angela Merkel. Niat ini ia sampaikan saat konferensi pers usai menerima kunjungan Presiden Jerman Christian Wulff di Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 1 Desember 2011.

"Saya sudah sampaikan undangan untuk Angela Merkel melalui Presiden Jerman langsung," katanya. Undangan itu, menurutnya, disampaikan dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jerman yang akan jatuh pada tahun 2012 mendatang.

Hari ini delegasi pemerintah Jerman berkunjung ke Indonesia atas undangan pemerintah. Presiden SBY mengatakan kunjungan ini diharapkan akan meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat yang lebih strategis.

Presiden SBY mengusulkan kepada Jerman untuk meningkatkan kerja sama di lima bidang, yaitu investasi dan perdagangan, kesehatan, pendidikan, teknologi, dan industri pertahanan.

Presiden SBY memandang Jerman sebagai negara yang kuat dan merupakan kekuatan ekonomi yang cukup besar di kawasan Eropa. Adapun Indonesia adalah negara dengan perekonomian terbesar di ASEAN yang terus berkembang. Pasar domestik Indonesia juga terus menguat. Jerman dinilai sebagai partner kerja sama yang memiliki kebijakan konstruktif.

"Ini bagus untuk mencapai pertumbuhan global. Saya mengundang Jerman untuk menjadi strategic partner Indonesia," katanya.

Presiden Christian Wulff mengatakan, di lingkungan Perserikatan Bangsa-bangsa, Indonesia terkenal sebagai negara yang berhasil dalam ekonomi dan kaya sumber daya alam.

Oleh karena itu, Indonesia dipandang sebagai jembatan bagi hubungan ekonomi yang lebih luas. Indonesia juga dinilai sebagai contoh ideal untuk demokrasi dan pertumbuhan ekonomi. "Saya sangat terkesan tentang kebangkitan kembali di kawasan Asia. Dan kami dari Jerman sangat berminat untuk menjalin hubungan antara kedua negara kita," katanya.

KARTIKA CANDRA