Penggantian rel di perlintasan kereta api di Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. TEMPO/ISHOMUDDIN
Topik
Nilai Transaksi Bisnis Perlengkapan Meningkat
TEMPO.CO, Jakarta - Perkembangan bisnis hand tools dan hardware di Indonesia selama ini cukup baik. Sebagai negara sedang berkembang, Indonesia banyak membangun gedung, properti dan membuka lahan perkebunan.
Beberapa sektor tersebut membutuhkan bantuan perangkat keras dan perangkat bantuan tangan (hardware dan handtools).
Kebutuhan pasar perlengkapan handtools dan hardware luas ruang lingkupnya. Tidak selalu menyangkut kebutuhan perbengkelan, perindustrian saja melainkan juga kebutuhan alat-alat rumah tangga seperti, gunting tanaman, obeng, alat pembersih kaca, dan kunci pintu.
Pembukaan pameran mesin dan produk kebutuhan industri ‘Manufacturing Indonesia 2011’ dan ‘Machine Tool Indonesia 2011’ mengisyaratkan optimisme akan terjadi pertumbuhan omzet dari acara serupa di tahun lalu.
Nilai transaksi pameran yang diadakan pada 30 November—3 Desember 2011 di Jakarta International Expo tersebut, diharapkan meningkat seiring peserta yang 30% lebih banyak dari pameran 2010.
Minat tinggi produsen mesin internasional dan lokal mengikuti pameran ini, mencerminkan potensi besar investasi dalam industri manufaktur. Pameran mesin internasional menjadi referensi industri mesin lokal, mengetahui perkembangan teknologi global dan memahami kebutuhan pasar domestik.
Menurut Renjani Tanujaya, direktur dan pemilik PT Mitra Usaha Pandu Artha, yang mengembangkan produk Jason Tools & Hardware Series, salah satu peserta pameran yang sudah keempat kalinya ikut pameran, perkembangan bisnis hand tools dan hardware dari waktu ke waktu di Indonesia sangat bagus.
"Buktinya, pemain-pemainnya tetap eksis dan variasi produk kian bertambah,” katanya di sela Pameran ‘Manufacturing Indonesia 2011’ dan ‘Machine Tool Indonesia 2011’ , Jakarta Expo, Kemayoran, Rabu 30 November 2011.
Saat ini pertumbuhan Jason Tools and Harware Series cukup pesat, “Pertumbuhan omset dari tahun ke tahun selalu meningkat."
Tahun ini meningkat hampir 15% dari tahun 2010 dengan wilayah pemasaran berkembang ke 3000 pelanggan, tersebar hampir seluruh wilayah Indonesia. ”Terutama Indonesia timur mencapai 60 persen, sisanya Jakarta dan kota lain," kata Subianto Gunawan, sales manager Jason Tools & Hardware Series.
Pangsa pasarnya, bengkel mobil dan motor, bengkel las dan mesin, developer & kontraktor, home Industri dan kerajinan, pabrik-pabrik, pertanian dan perkebunan, pertambangan, rumah tangga, sampai memenuhi hobi berkebun. Sebagai importir, Jason mendatangkan produk dari Taiwan, Thailand, Jerman, dan Malaysia.
Hingga kini lebih dari 2.000 item dihasilkan lewat seleksi standar internasional,” Diantaranya, produk laris (the best seller) seperti, sarung tangan, lem silicon, dan batu potong,” kata Subianto.
Market share produk ini antara 30 - 40 persen. Kontribusi total omset produk ini 90 persen di toko tradisional, seperti showroom Glodok hardware,kendati produk Jason bisa ditemui di seluruh toko alat teknik, supermarket Giant, Depo Bangunan dan lainnya.
EVIETA FADJAR





