foto

AP/Thomas Lohnes

Aksi Bank Sentral Dunia Turunkan Yield Obligasi Eropa  

TEMPO.CO, New York — Dolar AS kembali melemah terhadap euro karena imbal hasil obligasi Eropa turun setelah dalam lelang Kamis kemarin surat utang Prancis dan Spanyol diterima baik oleh pasar.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia (DXY) kembali turun ke level 78,293 dari posisi sebelumnya di 78,345 dalam perdagangan di pasar Amerika Utara. Euro berhasil menguat 0,13 persen menjadi US$ 1,3467, bahkan sempat menguat hingga ke level US$ 1,35 dari posisi sebelumnya di US$ 1,3446 Rabu lalu.

Euro berhasil menguat kembali terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah Spanyol berhasil menjual 3,75 miliar euro sesuai target. Yield (imbal hasil) obligasi Spanyol memang meningkat, tetapi permintaan cukup besar. “Meskipun investor berani membeli obligasi Spanyol, namun butuh waktu yang lama untuk dapat menurunkan biaya pinjaman di negara–negara kawasan Eropa yang paling bermasalah,” kata Kathleen Brooks, Direktur Riset dari Forex.com.

Obligasi Prancis juga menerima permintaan yang cukup kuat senilai 4,3 miliar euro. Hasil lelang ini juga menurunkan imbal hasil obligasi dengan tenor 10 tahun. “Ini membantu menurunkan tekanan pada hasil lelang obligasi Jerman pekan lalu. Seperti Jerman, obligasi Prancis juga digunakan untuk membantu menyelamatkan zona euro.

Rabu lalu, dolar AS turun tajam terhadap mata uang utama dunia setelah bank sentral AS (The Fed) dan bank sentral utama lainnya memangkas biaya swap dolar dalam meningkatkan biaya pendanaan bagi bank Eropa.

Kepala strategi pasar uang dari CIBC di London, Jeremy Stretch, mengatakan dirinya tidak yakin membaiknya sentimen ini akan berlangsung lama atas langkah yang diambil bank sentral dunia tersebut, tetapi setidaknya telah membantu menurunkan biaya obligasi Prancis dan Spanyol dalam lelang kemarin.

MARKETWATCH/VIVA B KUSNANDAR