foto

Seorang pria menggunakan ponsel di depan grafik harga saham di Bursa Efek Yunani di Athena, Selasa (4/10). Indeks saham Athena ditutup negatif 6,28 persen, karena turun serendah 7,1 persen dikurangi sore hari sementara pasar Eropa utama turun lebih dari 3 persen. AP Photo/Thanassis Stavrakis

Pasar Sepi, Indeks Turun Tipis 1 Poin  

TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi akhir pekan dan melemahnya sebagian bursa Asia dimanfaatkan oleh para investor melakukan aksi ambil untung. Indeks yang sudah naik cukup kencang membuat harga-harga saham unggulan mahal menjadi alasan para pemodal merealisasikan keuntungan.

Alhasil, pada perdagangan hari ini, Jumat, 2 Desember 2011, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup turun 1,263 poin (0,03 persen) ke level 3.779,836. Namun dalam sepekan IHSG masih mencatat kenaikan 142,64 poin (3,49 persen) posisi akhir pekan lalu di 3.637,192.

Sepinya perdagangan dan antisipasi investor terhadap data tenaga kerja Amerika Serikat yang akan dirilis nanti malam membuat investor lebih memilih bersikap wait and see.

Saham yang berpindah tangan hanya mencapai 2,93 miliar unit, dengan nilai transaksi Rp 2,4 triliun serta frekuensi kurang dari 90 ribu kali transaksi. Harga 96 saham naik, 83 saham turun, serta 102 saham lainnya stagnan. Investor asing pun mencatat pembelian bersih hanya Rp 377 juta.

Analis dari PT Finan Corfindo Nusa, Helen, menjelaskan harga-harga saham yang sudah naik cukup tinggi dan minimnya perdagangan dijadikan momen untuk melepas portofolio sahamnya, sehingga indeks ditutup turun tipis. Kekhawatiran masalah Eropa dan tidak adanya sentimen positif yang kuat dari domestik membuat kenaikan indeks dalam empat hari sebelumnya harus terhenti.

Indeks sempat turun lebih dari 20 poin hingga ke level 3.757. Namun positifnya bursa regional dan bursa Eropa juga dibuka menguat membantu indeks berbalik arah naik, sehingga indeks ditutup hanya turun tipis.

Aksi bank sentral dunia yang sepakat memberikan pinjaman dolar AS dengan bunga rendah guna membantu perbankan Eropa mengatasi krisis utang kawasan mampu memicu lonjakan indeks hingga menembus level 3.800.

Dari kawasan regional, bursa Australia naik 1,36 persen, bursa Hong Kong menguat 0,2 persen, bursa India melonjak 2,32 persen, bursa Singapura terapresasi 0,42 persen, serta bursa Tokyo juga menguat 0,54 persen.

VIVA B. KUSNANDAR