foto

TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Tahun 2014, Indonesia Akan Hentikan Impor Beras  

TEMPO.CO, Slawi - Pemerintah akan menghentikan impor beras pada tahun 2014 mendatang dengan mengupayakan surplus produksi beras nasional hingga 10 juta ton di tahun itu.

"Dan ini sudah mulai dilakukan oleh petani melalui SRI atau system of rice intensification," ujar Menteri Pertanian Suswono saat mengunjungi Kabupaten Tegal, Sabtu, 3 Desember 2011.

Berdasarkan laporan yang ia terima, saat ini rata-rata program intensifikasi beras telah berhasil dilakukan oleh petani. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil produksi beras pada lahan pertanian hingga 10 ton per hektare atau meningkat dari pola produksi biasanya yang hanya mampu menghaslkan 5,1 ton per hektare. “Bahkan laporan dari Pemalang mencapai 13,4 ton per hektare, makanya ini perlu disebarluaskan ke petani,” ujar Suswono.

Upaya lain yang dilakukan untuk menghentikan impor beras adalah dengan penambahan lahan padi di luar Pulau Jawa. Kebijakan ini dilakukan untuk mengimbangi penyempitan lahan pertanian di Pulau Jawa sendiri. Selain itu, juga diupayakan pengembangan teknologi informasi bagi tenaga penyuluh yang selama ini menjadi konsultan petani. “Ini bagian untuk mencerdaskan, artinya akses informasi ini bisa dimanfaatkan untuk kemajuan pertanian,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Haron Bagas Prakosa, menyatakan, Pemkab Tegal siap menjalankan target stop impor pada tahun 2014 mendatang. “Kabupaten Tegal paling siap, apalagi selama ini telah surplus produksi beras lebih dari 5 persen per tahun,” ujar Haron.

Jaminan yang ia sampaikan ini dibuktikan dengan penghargaan Kabupaten Tegal sebagai daerah swasembada pangan hingga tiga tahun berturut-turut sejak 2008 hingga 2010 lalu. Meski begitu, Haron berharap target yang ditetapkan oleh pemerintah ini diimbangi dengan program bantuan untuk penunjang petani. Di antaranya dukungan pemerintah pusat untuk pengadaan fasilitas sarana produksi pertanian dan pembangunan infrastruktur. “Meski selama ini sudah terealisasi, namun ada beberapa kebutuhan yang harus ditambah,” katanya.

Luas lahan produksi padi di Kabupaten Tegal saat ini mencapai 64.853 hektare. Dengan luas panen 65.666 hektare, Tegal mampu menghasilkan beras hingga 399.873 ton.

EDI FAISOL