Microsoft. REUTERS/Tobias Schwarz
Topik
Microsoft Dukung 120 Komunitas Teknologi
TEMPO.CO, Jakarta - Microsoft percaya bahwa Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia akan bisa menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke-12 di dunia pada tahun 2025. Untuk itu, teknologi informasi dan komunikasi memegang peranan penting.
Microsoft bersama lembaga swadaya masyarakat, komunitas masyarakat dan pemerintah bekerja sama menciptakan solusi yang dapat menjawab masalah-masalah sosial yang terjadi, memberikan layanan publik yang terpusat pada manusia (people-centric systems).
"Sebagai bagian dari Indonesia, Microsoft berusaha untuk mempercepat laju pertumbuhan negara ini. kami percaya dengan kerja sama serta inovasi dan teknologi sebagai alat utama untuk mencapai tujuan tersebut," kata Chrisma Albandjar, Director of Corporate Affairs, Microsoft Indonesia dalam siaran pers, Selasa, 6 Desember 2011.
Sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menghilangkan kesenjangan digital, saat ini Microosft telah memberikan dukungan terhadap sekitar 120 Community Technology Center (CTC) di seluruh Indonesia.
CTC ini memberikan pelatihan dan pengetahuan kepada komunitas masyarakat dan telah memberikan manfaat bagi lebih dari 2 juta orang. Salah satunya adalah Yayasan Cinta Anak Bangsa yang mendirikan Rumah Belajar bagi anak-anak putus sekolah.
"Lewat kerja sama dengan Microsoft dan stakeholder lainnya, anak-anak bisa belajar bagaimana caranya bekerja di era abad 21," kata Veronica Colondam, CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa.
Hal itu diungkapkan Veronica saat berbagi pengalamannya di acara Accelerating Asia Pacific 2011 di Kuala Lumpur, Malaysia pada 6-7 Desember 2011.
Acara ini adalah pertemuan kedua yang didukung oleh Microsoft yang mengumpulkan para pakar dari sektor teknologi, pejabat pemerintah dan lembaga-lembaga nonprofit untuk menyoroti isu-isu sosial di seluruh Asia.
Dalam bidang pendidikan, sejak 2008, Microsoft Indonesia telah memperluas dukungannya pada dunia pendidikan melalui program Partner in Learning dengan total nilai mencapai US$ 2,3 juta, dan lebih dari 290 ribu guru telah berpartisipasi serta memberikan dampak posiitif bagi 14,9 juta murid dan guru serta membantu sekolah-sekolah mendapatkan akses teknologi yang lebih baik.
“Pendidikan menentukan masa depan Indonesia, oleh sebab itu, transformasi pendidikan merupakan faktor utama di abad 21 ini untuk menjadi bangsa abad ke-21,” kata Charisma.
IQBAL MUHTAROM





