TEMPO
Dana Pelesir DPR ke Swedia Rp 1,2 Miliar
TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi mengungkapkan anggaran jalan-jalan Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Penanganan Konflik Sosial (RUU PKS) mencapai Rp 1,2 miliar. Ia menilai anggaran sebesar itu tak sepatutnya dikeluarkan untuk membiayai anggota DPR.
Apalagi negara yang dipilih dinilai cukup aneh. “Asumsi total anggaran RUU PKS ke dua negara sebesar Rp 1.244.796.000, yaitu ke negara India sebesar Rp 539 juta dan ke Swedia sebesar Rp 707 juta,” ujarnya kepada Tempo, Selasa 6 Desember 2011.
Sebagaimana diketahui, sejumlah anggota DPR memanfaatkan masa akhir tahun ini untuk melakukan kunjungan ke luar negeri. Di antaranya adalah dua tim Pansus RUU PKS yang bertandang ke Swedia dan India. Kedua tim ini telah berangkat pada 3 Desember lalu dan diperkirakan akan kembali pada 9 Desember ini.
Selain tim pansus terdapat pula tim Komisi IV yang bertolak ke empat negara--Amerika, Cina, Jepang, dan India. Mereka beralasan pergi untuk kepentingan pembahasan Rancangan Undang-Undang Pangan dan Rancangan Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.
Uchok memaparkan anggaran tim Pansus ke Swedia yang terdiri dari 7 orang anggota DPR dan 2 orang anggota staf sekretariat mencapai angka Rp 709 juta. Anggaran ini terdiri dari tiket pesawat pulang-pergi untuk tujuh orang anggota dengan patokan anggaran US$ 6.366 per orang. Sedangkan untuk dua orang staf sekretariat anggarannya mencapai US$ 3.433 per orang.
Selain itu, uang harian anggota DPR senilai US$ 462 per anggota per harinya. Dengan tujuh hari pelesir, berarti tiap anggota Dewan mengantongi duit sebesar US$ 3.234. Sedangkan untuk dua staf ahli nilainya US$ 340 per orang per hari. Dengan tujuh hari masa pelesiran mereka mengantongi US$ 2.380 per orang.
Selain itu terdapat juga uang representasi yang besarannya mencapai US$ 2.000 dan uang asuransi untuk sembilan orang dengan besaran US$ 50 per orang. “Kalau ditotal anggarannya mencapai US$ 81.276 atau dengan patokan dolar Rp 8.700 per dolar anggarannya mencapai Rp 707 juta,” ujar Uchok.
Untuk anggaran tim yang menuju India, Uchok memperkirakan mencapai US$ 61.804 atau setara dengan Rp 537.694.800. “Itu dengan patokan dolar masih Rp 8.700. Sekarang dolar kan sudah mencapai Rp 8,900,” ucap dia. Jumlah itu didapatkan dari anggaran tiket yang mencapai US$ 2.332 per orang atau US$ 25.652 untuk sebelas anggota Dewan. Sementara untuk dua orang staf sekretariat anggaran tiket mencapai US$ 3.346.
Selain itu terdapat juga uang saku harian yang besarannya mencapai US$ 348 per hari per orang. Atau dengan 11 anggota DPR dan selama 7 hari, anggarannya mencapai US$ 26.796. Dua orang staf sekretariat mendapatkan uang saku senilai US$ 240 per hari atau US$ 3.360 untuk dua orang selama sepekan. Terdapat juga uang representasi yang besarannya mencapai US$ 2.000 dan uang asuransi yang besaran mencapai US$ 50 per orang atau US$ 650 untuk 13 orang.
Uchok mengatakan, negara tujuan pansus pun cukup aneh karena bukan merupakan negara dengan taraf konflik yang tinggi. Ia mengatakan, “Lebih baik anggota DPR berangkat ke Afganistan, Pakistan, Irak, Libya, atau Suriah daripada Swedia. Kelima negara ini benar-benar ada konflik dan perang,” ujarnya.
FEBRIYAN





