Nicolas Sarkozy. AP/Lionel Cironneau
Topik
Foto Terkait
Peringkat Negara Eropa Terancam Turun
TEMPO.CO, Paris - Lembaga pemeringkat Standard and Poor''s mengancam akan menurunkan peringkat kredit negara-negara Eropa sebagai dampak berlarut-larutnya krisis utang di kawasan tersebut. Ancaman pemotongan rating hingga 50 persen itu bahkan berlaku untuk enam negara dengan peringkat kredit AAA.
Kantor berita Reuters mengabarkan, S&P kemungkinan akan menurunkan peringkat untuk Austria, Belgia, Finlandia, Jerman, Belanda, dan Luksemburg sebanyak 1 tingkat.
Sedangkan sembilan negara lain seperti Prancis, Siprus, dan Yunani terancam turun 2 tingkat. Yunani bahkan telah mendapat predikat junk lantaran nyaris bangkrut karena utang.
Selain itu, S&P mengkhawatirkan adanya penurunan pertumbuhan hingga 40 persen akibat negara-negara Eropa dipaksa untuk menghemat anggaran mereka.
Dalam pernyataannya, S&P mengatakan penurunan peringkat tersebut akan diputuskan setelah pertemuan pemimpin Uni Eropa Jumat mendatang. Pertemuan tersebut diharapkan bisa menghasilkan solusi atas masalah politik dan keuangan yang kini mencekik sebagian besar negara Eropa.
"Hal ini diperburuk dengan tak adanya kesepakatan petinggi Uni Eropa untuk upaya konvergensi ekonomi, keuangan dan fiskal," kata mereka.
Peringatan S&P muncul bersamaan dengan pertemuan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel di Paris untuk membuat peta kesepakatan baru di Uni Eropa.
Pertemuan ini akan menentukan nasib integrasi 17 negara Eropa yang kini terancam pecah setelah sebagian di antaranya terlilit utang.
FERY FIRMANSYAH





