TEMPO/Tony Hartawan
Topik
Infografis
Cuaca Buruk Ganggu Penerbangan di Bandara Malang
TEMPO.CO, Malang - Hujan deras yang menyelimuti kawasan Bandar Udara Abdulrachman Saleh Malang mengganggu penerbangan, Selasa, 6 Desember 2011. Pesawat Garuda Indonesia gagal mendarat, sedangkan keberangkatan pesawat Sriwijaya Air terlambat. "Pesawat Garuda dialihkan ke Bandara Juanda," kata petugas Unit Pelaksana Bandara Abdulrachman Saleh, Hengky Handowo.
Menurut Hengky, seharusnya pesawat Boeing 737 seri 400 dari Bandara Soekarno-Hatta itu mendarat pukul 13.35 WIB. Pengalihan pendaratan itu demi keamanan dan keselamatan penerbangan. Jika dipaksakan, khawatir terjadi kecelakaan yang membahayakan penumpang. "Pesawat sempat berputar-putar di udara," ujarnya.
Saat itu, landasan pacu pesawat licin akibat hujan deras yang mengguyur Malang. Lantas, pesawat Garuda berangkat kembali ke Malang untuk mengangkut 76 penumpang. Bahkan jadwal keberangkatan pesawat Sriwijaya ke Jakarta tertunda selama 25 menit. "Tak ada penundaan, hanya terlambat," kata Manajer Distrik Area Malang Sriwijaya Air, M. Yusri, melalui pesan pendek kepada wartawan.
Juru bicara Angkasa Pura Juanda, Fistron Mansyur, mengatakan, Bandara Juanda menjadi pilihan utama mendarat saat Bandara Abdulrachman Saleh diselimuti cuaca buruk. "Pilihannya bandara terdekat, bisa Juanda, Ngurah Rai, atau Adi Sumarmo Solo," ujarnya.
Bahkan, sejumlah penerbangan dari Malang sempat dialihkan ke Juanda Surabaya saat abu vulkanik Gunung Bromo mengguyur Malang. "Keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama," ujarnya.
EKO WIDIANTO





