REUTERS/Issei Kato
Mesin Pindai Ini Seukuran Kotak Pensil
TEMPO.CO, Jakarta - Aktivitas kantor tidak bisa dilepaskan, mulai dari urusan dokumen dan surat-menyurat. Dengan adanya risiko kertas dimakan rayap, banjir, dan kebakaran misalnya, dokumen-dokumen itu perlu disimpan dalam bentuk digital.
Selain irit tempat, dokumen digital juga lebih ramah lingkungan sekaligus bisa jadi cadangan jika versi aslinya hilang.
Nah, untuk membuat dokumen kertas versi digital, pasti membutuhkan alat pemindai atau scanner.
Sebuah perusahaan elektronik asal Jepang, Canon memperkenalkan empat mesin pindai. Mereka adalah Canon DR-C125, DR-M140, DR-M160, P-125.
Tiga seri yang pertama tampil dengan bentuk yang kompak. Tapi soal kinerja, scanner ini mampu memindai dalam waktu yang cepat. Canon DR-C125 bisa memindai secara kontinue sebanyak 25 halaman dalam tempo satu menit atau 50 halaman bolak-balik per menit.
Selain dapat memindai kertas ukuran A4, dan kartu nama, DR-C125 juga bisa memindai dokumen dengan ketebalan seperti kartu ATM atau sejenis kartu plastik lainnya. Caranya dengan mengatur mekanisme straight-path.
Dengan bentuk yang ramping itu, memungkinkan proses pemindaian dengan mekanisme U-turn path, yakni arah masuk–keluar kertas dari atas, turun lalu keluar ke arah atas lagi sehingga tidak memakan tempat.
Kemudian dua seri berikutnya, DR-M140 punya kecepatan memindai 40 halaman per menit atau 80 halaman bolak-balik dalam satu menit. Adapun DR-M160 mampu memindai 120 halaman bolak-balik dalam satu menit. Keduanya punya mekanisme pemindaian dual-ejection, yakni sistem U-turn path dan straight-path.
Scanner Canon DR-M140 dan DR-M160 juga bisa memindai kartu plastik yang diemboss atau kartu yang terdapat tulisan cetak timbul. Selain itu, hasil pemindaian tidak meninggalkan ruang hitam apabila kertas tidak sesuai dengan ukuran A4.
Seri pemindai lainnya adalah Canon P-125 yang merupakan pemindai portable sehingga mudah dibawa. “Beratnya tidak lebih dari satu kilogram,” kata Marselinus, Marketing Executive Datascrip, distributor Canon di Indonesia, Selasa, 6 Desember 2011.
Canon P-125 ini mempunyai ukuran yang ringkas, memegangnya cukup dalam satu genggaman tangan. Dengan ukuran 285 x 95 x 40 milimeter, P-125 serupa kotak pensil. Untuk menggunakannya tinggal membuka penutupnya yang berfungsi sebagai baki atau tempat meletakkan kertas yang akan dipindai.
Sesuai dengan bentuknya yang kompak dan mudah dibawa, P-125 juga mudah untuk digunakan. Tidak diperlukan proses instalasi ke laptop, Anda tinggal memasangkan kabel USB 3.0 ke laptop, proses pemindaian bisa langsung dijalankan. “Tinggal plug and scan,” katanya. Sumber listrik scanner ini juga bisa dipasok dari kabel USB yang dicolokkan ke laptop.
Marselinus mengatakan keempat seri pemindai dari Canon ini sudah dilengkapi dengan aplikasi CaptureOnTouch yang memungkinkan hasil pemindaian dikirim ke layanan komputasi awan seperti Evernote, Microsoft SharePoint maupun Google Docs. Apabila menggunakan sistem operasi Mac bisa menggunakan fitur Scan-to-iPhoto.
Canon DR-125 dijual pada kisaran US$ 1100, Canon DR-M140 US$ 1800, Canon DR-M160 US$ 2500. Sedangkan Canon P-125 dijual pada kisaran US$ 500.
IQBAL MUHTAROM





