foto

Para pengunjuk rasa melempar batu ke arah polisi anti huru-hara di Athena, Rabu (5/10). Setidaknya 16.000 pengunjuk rasa berkumpul di ibukota Yunani sebagai bentuk protes melawan program penghematan pemerintah yang dianggap hanya akan menggangu perekonomian. AP Photo

Yunani Putuskan Penghematan Anggaran  

TEMPO.CO, Yunani - Parlemen Yunani akhirnya menyepakati kebijakan pemangkasan anggaran negara demi memangkas utang dan menjinakkan resesi yang semakin parah. Putusan itu didapat melalui cara voting terhadap 300 anggota parlemen dari tiga partai.

Pemungutan suara yang dilakukan Selasa malam waktu setempat menghasilkan proporsi mayoritas 258:41 yang menyetujui kebijakan pengetatan anggaran.

Voting itu diikuti anggota parlemen dari tiga partai pemerintahan koalisi, yakni Partai Sosialis PASOK, Partai Konservatif serta Partai Demokrasi Baru.

"Ini adalah keputusan yang sulit dengan target ambisius. Tapi kita harus mencapai target dan melaksanakan langkah-langkah yang telah ditentukan," kata Perdana Menteri Lucas Papademos seperti dikutip Associated Press.

Pengetatan anggaran ini merupakan tuntutan dari pemimpin Uni Eropa sebagai syarat pengucuran bantuan US$ 175 miliar untuk penyelesaian utang. Yunani bahkan terancam akan dikeluarkan dari zona euro jika tak segera melaksanakan kebijakan ini.

Perdana menteri sebelumnya, George Papandreou, harus lengser lantaran enggan memotong anggaran tanpa melalui referendum yang melibatkan rakyat. Namun demikian, belum ditentukan besaran anggaran maupun penghematan yang dilakukan.

Sebelum memutuskan voting, parlemen sempat berdebat panjang. Pemimpin Partai Sosialis, Antonis Samaras, keberatan dengan langkah penghematan anggaran dan meningkatkan pendapatan pajak. Petinggi parai konservatif juga bereaksi keras seraya menuduh resesi sebagai kesalahan petinggi Uni Eropa.

Di luar gedung terjadi demonstrasi yang berujung kerusuhan. Sekitar dua ribu pelajar berunjuk rasa menentang pemotongan anggaran. Dikabarkan pula sempat terjadi penembakan oleh polisi pada sekelompok pengunjuk rasa.

FERY FIRMANSYAH