Anak ayam. TEMPO/Prima Mulia
Topik
Laba Japfa Comfeed Diperkirakan Turun 10 Persen
TEMPO.CO, Jakarta - Laba PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk tahun ini diperkirakan turun dibanding laba 2010. Ini disebabkan terlalu banyaknya pasokan anak ayam pada 2011. "Laba akhir tahun akan turun 10 persen dibanding tahun lalu," ujar Wakil Direktur Keuangan Japfa Putut Djagiri, Rabu, 7 Desember 2011.
Menurutnya, tahun ini terjadi kelebihan pasokan anak ayam menjadi 490 juta ekor. Akibatnya, harga jual anak ayam turun dari Rp 4.500 per ekor menjadi Rp 3.000 ekor. Namun, kata dia, perusahaan diuntungkan dengan banyaknya permintaan sehingga kesimbangan antara persediaan dengan permintaan tetap tercapai.
Tahun lalu, laba bersih perusahaan mencapai Rp 1,09 triliun sementara laba bersih tahun ini diperkirakan hanya mencapai Rp 900 miliar. Untuk tahun depan, perusahaan memprediksikan laba bersih akan kembali naik mencapai Rp 1 triliun. Sementara untuk pendapatan 2012, perusahaan menargetkan mencapai Rp 17 triliun atau naik 13,33 persen dari target pendapatan akhir tahun ini sebesar Rp 15 triliun.
Uang belanja modal sebesar Rp 700 miliar pada tahun ini, menurut Putut, telah terealisasi hingga 80 persen dan di antaranya digunakan untuk membangun dua pabrik baru. "Yaitu di Semarang dan Purwakarta," ujarnya.
Selain itu, belanja modal juga digunakan untuk menambah breeding farm dari sebelumnya hanya 137 unit menjadi 145 unit.
"Kami juga menggunakan belanja modal untuk ekspansi yang lama," ujar Putut.
Masing-masing pabrik dibangun dengan nilai sebesar Rp 100 miliar. Kedua pabrik akan mulai beroperasi pada tahun depan. "Di Semarang beroperasi pada Januari, sedangkan di Purwakarta dua bulan setelahnya," kata Putut.
Dengan bertambahnya dua pabrik, berarti total pabrik yang dimiliki perusahaan yang berkode efek JPFA itu sebanyak 14 pabrik. Di antaranya berlokasi di Sidoarjo, Cirebon, Lampung, Tangerang, Makassar, Sragen, Medan, Padang, Bati-bati, Cikande, dan Surabaya.
SUTJI DECILYA





