Kondisi di Kamp pengungsi Timor Timur yang masih bertahan sejak tahun 1999. TEMPO/YOHANES SEO
Topik
Ratusan Keluarga Eks Timtim Masih di Pengungsian
TEMPO.CO, Kupang - Kurang lebih sekitar 700 keluarga eks pengungsi Timor Timur di Desa Noelbaki dan Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, sampai saat ini masih bertahan di kamp-kamp pengungsian setelah jajak pendapat tahun 1999.
Mereka belum memiliki rumah yang layak untuk dihuni sehingga terpaksa bertahan di rumah reot yang terbuat dari bebak, beratap seng, dan berlantai tanah. Kondisinya sangat memprihatinkan.
"Sudah 12 tahun kami bertahan di kamp pengungsi yang ada," kata salah satu pengungsi, Agustinus Sarmento, saat Tim Uni Eropa bersama sejumlah wartawan mengunjungi Desa Noelbaki, Rabu, 7 Desember 2011.
Di desa tersebut terdapat 458 kepala keluarga yang masih tinggal di kamp pengungsian, sedangkan 223 keluarga lainnya tersebar di Desa Tuapukan.
Lahan yang ditempati warga eks Timor Timur di tempat pengungsian, menurut dia, milik pemerintah daerah yang diberikan kepada warga untuk ditempati sementara. "Kami minta agar wilayah ini dibangun resettlement bagi warga eks Tim-Tim di pengungsian," pintanya.
Pemerintah, lanjutnya, telah membangun permukiman bagi warga eks pengungsi Tim-Tim, tetapi mereka tidak mendapatkannya. Selain itu, mereka juga sudah menyatu dengan warga lokal dan enggan pindah ke wilayah lain. "Kami sudah menyatu dengan warga lokal. Apalagi, kami sudah punya mata pencaharian yang baik di tempat ini," katanya.
Karena itu, dia meminta pemerintah pusat atau daerah membangun permukiman di lokasi itu atau lahan milik negara tersebut dihibahkan. "Kalau bisa resettlement-nya dibangun di tempat ini," tegasnya.
Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, mengatakan bersedia menghibahkan lahan itu bagi warga eks Tim-Tim. Namun, dia berharap model rumah susun digunakan sehingga bisa menampung ratusan warga eks Tim-Tim di wilayah itu. "Saya setuju, tapi kalau bisa dibangun rumah susun saja," katanya.
YOHANES SEO





