Ronald Waas. TEMPO/Imam Sukamto
Topik
Ronald Waas Terpilih, PDI Perjuangan Puas
TEMPO.CO, Jakarta - Meski enggan menyebut kemenangan Ronald Waas sebagai kemenangan PDIP, Ketua Komisi XI DPR, Emir Muis, tak mengelak bahwa dukungan Fraksi PDIP cukup besar. "50-50 lah, kemenangan setengah-setengah," kata Emir usai voting, Rabu malam, 7 Desember 2011.
Ronald Waas terpilih menggantikan deputi gubernur sebelumnya, Budi Rochadi yang meninggal karena sakit. Ia akan menangani bidang sistem pembayaran. Ronald terpilih bersama Muliaman D. Hadad melalui voting. "Kenapa voting, karena enggak bisa mufakat," ujar Emir.
Ronald dan Muliaman mengalahkan dua kandidat lainnya, yakni Perry Warjiyo dan Riswinandi. Suara terbanyak diperoleh Muliaman (38) yang diikuti Ronald (37), Perry (18) dan Riswinandi (17). Kedua calon terpilih akan menjabat selama lima tahun.
Emir mengungkapkan, terpilihnya Ronald lantaran bidang yang dibutuhkan sesuai dengan kapabilitas Ronald, yakni sistem pembayaran. "Semua sama bagusnya, tapi sekarang yang dibutuhkan bidang pembayaran," ujarnya.
Anggota Komisi XI dari Fraksi PDIP, Maruarar Sirait, tampak tersenyum saat keluar dari ruang rapat Komisi XI. "Yang dijagokan sesuai," kata dia.
Maruarar mengungkapkan, kemenangan Ronald lantaran ia menunjukkan komitmennya untuk mendorong asas resiprokal untuk menekan dominasi bank asing.
Maruarar menyoroti sulitnya bank lokal membuka cabang di luar negeri saat bank asing dengan mudahnya melakukan ekspansi bisnis ke Indonesia. "BI harus lebih berani. Singapura, Cina, Malaysia dan Amerika melakukan hal itu, kita juga harus mampu. Jangan terlalu longgar," ujarnya.
Anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Demokrat, Achsanul Qosasi, tak banyak berkomentar soal hasil voting. "Tiap anggota diberikan kebebasan untuk memilih. Kalau melihat dari perolehan suara, tersebar, ini sangat bagus," ujarnya. "Inilah demokrasi."
MARTHA THERTINA





