TEMPO/Dasril Roszandi
Topik
Infografis
BI Rate Tetap 6 Persen
TEMPO.CO, Jakarta - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan (BI rate) di level 6 persen. "Keputusan tersebut didasari evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perekonomian terkini, beberapa faktor risiko yang masih dihadapi, dan prospek ekonomi ke depan," kata juru bicara Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah, di kantor BI, Kamis, 8 Desember 2011.
"Dewan Gubernur memandang level BI rate saat ini masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi ke depan dan tetap kondusif untuk menjaga stabilitas keuangan serta mengurangi dampak memburuknya prospek ekonomi global terhadap perekonomian Indonesia," katanya.
Pada Oktober lalu, Bank Indonesia menurunkan bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,5 persen. Sebulan kemudian, bank sentral kembali menurunkan BI rate sebesar 50 basis poin sehingga menjadi hanya 6 persen. Ini adalah level suku bunga acuan terendah sejak 2005 lalu.
Sebelumnya, ekonom Mirza Adityaswara menilai BI rate masih bisa diturunkan lagi. "Ada ruang untuk menurunkan BI Rate 25 basis poin menjadi 5,75 persen," kata Mirza.
Pertimbangan penentuan BI rate banyak dipengaruhi ekspektasi soal tingkat inflasi tahun depan. Menurut Mirza, jika ekspektasi inflasi masih di level 5-6 persen, maka penurunan BI rate belum diperlukan. "Tapi, kalau ekspektasi inflasi 2012 turun menjadi 4,5 persen, maka BI rate bahkan bisa diturunkan sampai ke 5,5 persen," katanya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi November 2011 sebesar 0,34 persen. Sehingga inflasi tahun kalender sangat rendah, hanya 3,2 persen. Jauh di bawah target pemerintah 5,7 persen.
EKA UTAMI APRILIA





