Pabrik baja PT Krakatau Steel, Cilegon. TEMPO/ Dahlan RP
Topik
Kamis, 08 Desember 2011 | 18:53 WIB
Tahun Depan, Krakatau Mulai Ekspansi
TEMPO.CO, Jakarta- PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bakal kebanjiran proyek tahun depan. Menurut Direktur Utama Krakatau, Fazwar BUjang, mereka sedikitnya bakal mengerjakan enam proyek, yang ditargetkan selesai pada 2012 hingga 2014.
“Proyek-proyek itu merupakan proyek strategis kami,” kata dia dalam paparan kinerja di kantornya, Kamis 8 Desember 2011.
Dengan proyek-proyek itu, Fazwar optimistis perseroan bisa menambah kapasitas produksi tahunan baja kasar hingga 3,5 juta ton dan baja rollling 1,5 juta ton.
Kenaikan produksi ini terutama dimulai seiring pembentukan perusahaan patungan dengan Pohang Steel dan Iron Company (Posco) Korea Selatan pada 2014.
Selain itu melalui program ekspansi dan revitalisasi senilai US$ 1,3 miliar pada 2014, Krakatau akan meningkatkan kapasitas rolling sebesar 35 persen menjadi 4,25 juta ton per tahun.
Proyek-proyek strategis itu yakni:
1. Pembentukan perusahaan patungan Krakatau Posco. Proyek yang ditangani Waskita Karya selaku kontraktor ini memasuki masa pematangan lahan dengan kemajuan 65,4 persen dan ditargetkan selesai pada Februari 2012. Sedangkan untuk pembangunan pabrik, pekerjaannya dilakukan oleh konsorsium Posco EC dan PT Krakatau Engineering. Pabrik pun telah dibangun hingga 2,26 persen.
2. Pembangunan tanur tinggi (Blast Furnace) dan modernisasi fasilitas produksi baja. Proyek yang digarap kontraktor Cina, MCC-CERI, dan PT Krakatau engineering itu diperkirakan selesai pada 2014.
3. Pengolahan Bijih Besi Kalimantan Selatan (perusahaan patungan Krakatau-Antam). Untuk rotary klin, pekerjaan dilakukan oleh kontraktor Krakatau Engineering, Prosya Bangun Persada, dan Outotec. Diperkirakan proyek ini selesai pada semester dua 2012. Sedangkan penggarapan power plant yang dilakukan Oschartz akan selesai 63,9 persen pada semester II 2012.
4. Ekspansi Hot Strip Mill. Proyek yang diperkirakan selesai pada 2013 ini bisa menambah produksi dari 2,4 ton per tahun menjadi 3,5 juta ton per tahun.
5. Revitalisasi Fasilitas Produksi. Terdiri dari tiga bagian yakni hot strip mill yang telah selesai sepenuhnya, direct reduction plant akan selesai sebanyak 77,3 persen pada Januari tahun depan, dan slab steel plant akan selesai 57,6 persen pada Agustus 2012.
6. Pengembangan Infrastruktur. Tiga hal yang akan dilakukan yaitu pengembangan pelabuhan untuk mendukung blast furnace dan Krakatau-Posco, pengembangan pembangkit tenaga listrik, dan pengembangan suplai air tahap I. Proyek diperkirakan selesai pada 2012 hingga 2013.
SUTJI DECILYA





