ugm
Topik
Pameran Kuliner dan Industri Kreatif Mahasiswa UGM
TEMPO.CO, Yogyakarta - Festival makanan dan kerajinan dengan 140 gerai pamer digelar di Jogja Expo Center, 9-11 Desember 2011. Penyelenggaranya bukanlah event organizer besar, melainkan 100 mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada. Bahkan, pendanaan pameran bukan dari pihak fakultas maupun universitas.
"Kami bertekad menggelar pameran ini tanpa biaya dari universitas. Kami mencari sponsor sendiri untuk melatih mahasiswa mandiri," kata Chief Executive Management Event, Mathias Mahendra, di lokasi pameran, Jumat, 9 Desember 2011.
Peserta pameran ada yang masih mahasiswa maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dari Daerah Istimewa Yogyakarta maupun dari kota lain. Selain pameran, juga akan diadakan acara seminar motivasi bisnis dengan pembicara motivator nasional, Andri Wongso.
Pameran yang sudah digelar keenam kalinya ini biasanya hanya dilaksanakan di kampus. Namun, melihat peluang bisnis yang besar, para mahasiswa sepakat untuk menggelar acara yang lebih besar di tempat yang sudah sering digunakan sebagai tempat pameran. "Kami menghubungi para pelaku usaha hingga ke Bali untuk pameran ini," kata dia.
Gerai-gerai dalam pameran itu ada berapa unit usaha seperti kuliner kreatif, fashion dan kerajinan serta 8 di antaranya merupakan hasil kreasi dari mahasiswa Diploma 3 Ekonomi Universitas Gadjah Mada.
Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Wihana Kirana Jaya, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa dapat belajar menggelar sebuah kegiatan bisnis, serta dapat mengambil pelajaran dari para pelaku usaha yang ikut dalam pameran untuk menjadikannya inspirasi. "Ini adalah salah satu cara untuk menjadikan mahasiswa cepat mandiri," kata dia.
Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto yang membuka acara ini mengungkapkan, para kawula muda dengan industri kreatifnya merupakan ujung tombak generasi penerus. Apalagi usaha kecill merupakan lini terdepan perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Industri kreatif itu kan produk dari kota yang yang berjuluk Kota Pendidikan. Maka itu perlu didorong untuk menggerakkan dan menggeliatkan perekonomian," kata dia.
MUH SYAIFULLAH





